Berita Banyuwangi

Empat Kepala Daerah Adopsi Inovasi Banyuwangi, Ini Alasannya

Bagi saya, Banyuwangi bisa dibilang pionir utama inovasi daerah," kata Nur Arifin, Plt Bupati Trenggalek.

Empat Kepala Daerah Adopsi Inovasi Banyuwangi, Ini Alasannya
surya/haorrahman
Kunjungan dan MoU Pemkab Banyuwangi bersama empat daerah.‎ 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Berbagai program inovatif yang dikembangkan Banyuwangi dalam meningkatkan pelayanan publik dan menggerakkan ekonomi lokal, menarik sejumlah kepala daerah untuk mempelajarinya. Selama dua hari ini, 8-9 Mei, empat kepala daerah menyerbu Banyuwangi.

Terdapat Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, Bupati Halmahera Frans Manery, Plt Walikota Banjar Darmadji Prawirasetia, dan Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah.

Mereka disambut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, serta meneken nota kesepahaman (MoU) bersama. Sebelumnya, lebih dari 40 daerah juga meneken MoU bersama Banyuwangi.

"Kenapa kami pilih ke sini? Karena Banyuwangi sudah terbukti. Bagi saya, Banyuwangi bisa dibilang pionir utama inovasi daerah," kata Nur Arifin yang berkeliling melihat berbagai lokasi di Banyuwangi, Rabu (9/5/2018).

Arifin mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi yang merupakan MPP pertama di Indonesia yang dikembangkan pemkab.

Dia juga melihat program “Smart Kampung” untuk pengembangan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan publik di desa.

"Mal Pelayanan Publik ini bagus, karena mempermudah rakyat, tidak harus wira wiri untuk urus surat t. Sedangkan program Smart Kampung yang mendekatkan pelayanan ke rakyat dengan bantuan teknologi informasi. Itu yang kita ingin akselerasi di Trenggalek," ujar Arifin.

"Saya ajak 17 SKPD, termasuk Sekretaris Daerah. Nanti setelah pulang kami dialogkan apa yang masing-masing kami tangkap untuk kita sesuaikan dengan kondisi di Trenggalek," tambah Arifin.

Dia menambahkan, pihaknya juga ingin mengembangkan pariwisata daerah. Untuk menyiapkan itu, Arifin melihat cara Banyuwangi mengembangkan pariwisata hingga moncer dalam beberapa tahun terakhir.

"Kalau ada pariwisata, orang datang ke tempat kami. Maka rakyat kita ada kegiatan eknonomi. Ibaratnya, ekonomi daerah tumbuh tanpa kita harus mengirim barang keluar. Dan ini sudah dilakukan Banyuwangi, dan ini kami jadikan contoh," papar Arifin.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help