Berita Banyuwangi

Banyuwangi Dorong Raperda Pertanian Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan apresiasi atas pengajuan tiga rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif dewan.

Banyuwangi Dorong Raperda Pertanian Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
surya/haorrahman
Bupati Anas saat menyampaikan pendangan Bupati atas tiga Raperda inisiatif DPRD tersebut, Rabu (9/5/2018). ‎ 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan apresiasi atas pengajuan tiga rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Banyuwangi.

Ketiga raperda tersebut adalah raperda tentang pengelolaan dan pemberdayaan pasar rakyat, raperda tentang pengembangan pertanian organik, dan raperda tentang penyelenggaraan kabupaten layak anak.

“Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas usaha dan kerja keras pimpinan, anggota dan seluruh alat kelengkapan dewan hingga raperda tersebut telah disusun secara cermat dan nantinya dapat dilakukan pembahasan bersama eksekutif,” kata Bupati Anas saat menyampaikan pendangan Bupati atas tiga Raperda inisiatif DPRD tersebut, Rabu (9/5/2018).

Selanjutnya, Bupati Anas menyampaikan pandangannya atas tiga raperda tersebut. Salah satunya adalah Raperda tentang pertanian organik.

Pada dasarnya pihak eksekutif memiliki kesepahaman dan sependapat dengan substansi yang diatur dalam raperda. Namun Anas meminta agar raperda lebih didorong pada upaya pengembangan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Raperda Pengembangan pertanian organik hanya memberikan dampak pada produk pertanian yang memiliki segmentasi pasar khusus, perlu dikaji lagi agar kita juga dapat melindungi petani yang secara umum belum dapat menerapkan pertanian organik,” kata Bupati Anas.

Di Banyuwangi sendiri, lanjut Anas, potensi pertaniannya sangat besar mulai pertanian organik, semiorganik dan pertanian konvensional nonorganik. Pengembangan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan akan mencakupi semua model pertanian tersebut.

“Untuk pertanian organik sendiri sudah banyak aturannya mulai peraturan teknis menteri pertanian tentang detail pertanian organik hingga standar nasional indonesia (SNI) produk organik. Untuk menjadi produk organik otomatis proses pertaniannya harus sudah memenuhi aturan dan standar tersebut. Justru untuk yang konvensional belum ada peraturan teknisnya yang detail. Nah, kita mendorong yang terakhir ini untuk bertahap menjadi pertanian yang lebih ramah lingkungan,” kata Anas.

Pengembangan sistem pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan bertujuan menghasilkan produk pertanian Banyuwangi yang mendapatkan pengakuan jaminan mutu dari lembaga berkompeten. Misalnya saja, penggunaan pupuk yang tepat, meminimalisir penggunaan pestisida hingga mendorong petani konvensional menggunakan pupuk organik.

“Kita ingin semua produk pertanian Banyuwangi bisa masuk standar Sertifikat Prima. Kalau produk organik bisa Prima Satu, paling tidak yang nonorganik Prima tiga, sehingga kualitas produk pertanian Banyuwangi mampu bersaing dan tidak diragukan lagi keamanannya,” terang Bupati Anas. Sertifikat prima adalah proses pemberian sertifikat sistem budidaya produk dengan standar aman konsumsi, bermutu baik dan ramah lingkungan.

Sedang  untuk Raperda tentang Kabupaten Layak Bupati Anas mengusulkan penambahan pasal baru untuk mengakomodasi kepentingan anak dalam pembangunan daerah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk berpartisipasi menyampaikan pendapat dalam kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan daerah.

“Untuk raperda tentang pengelolaan dan pemberdayaan pasar rakyat secara rinci akan kami sampaikan pada pembahasan bersama panitia khusus raperda DPRD kabupaten Banyuwangi,” tambahnya. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help