Persebaya Surabaya

PS Kota Pahlawan Wadah Kompetisi Internal Persebaya

Pembinaan untuk mencetak pemain berbakat yang diterapkan Persebaya terbilang berhasil dan beda dari klub lainnya yang ada di Indonesia

PS Kota Pahlawan Wadah Kompetisi Internal Persebaya
surya/habibur rohman
PS Kota Pahlawan (Kopa) menjadi tim satelit untuk pemain muda produk kompetisi internal Persebaya Surabaya. Dengan arahan Pelatih Kepala Ahmad Rosidin, tim ini rutin melakukan latihan di Lapangan Persebaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PS Kota Pahlawan (KoPa) berada di bawah tim utama Persebaya. Tim satelit bentukan manajemen yang bermain di Liga 3 Zona Jatim ini tampil di bawah asuhan Ahmad Rosyidin sebagai pelatih kepala.

Saat ini PS KoPa tengah mengoptimalkan usia 23 tahun ke bawah untuk berlaga. Ada sebanyak 25 pemain diturunkan PS KoPa pada Liga 3 Kapal Api Jawa Timur 2018.

Menariknya, PS KoPa tidak memanfaatkan kuota pemain di atas 23 tahun. Sesuai regulasi dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, setiap tim boleh mendaftarkan maksimal 30 pemain dengan 27 pemain harus berusia di bawah 23 tahun, dan sisanya, slot 3 pemain boleh diisi dengan pemain senior di atas 23 tahun.

"Kami mungkin berbeda dari tim-tim lain yang mencari pemain dari luar. Tim ini dikhususkan sebagai wadah, jadi kami mewadahi tim klub-klub internal yang ada di kompetisi Persebaya ini untuk memaksimalkan pemain yang ada," kata Ahmad Rosyidin, Senin (7/5/2018).

Terkait keputusan menggunakan pemain usia di bawah 23 tahun, Rosyidin menjelaskan ini sebagai upaya memaksimalkan pencarian bibit muda dan pembinaan pemain muda yang ada.

"Target kami pembinaan. Meski di bawah 23 tahun, secara kualitas tak kalah dengan tim lain," ujarnya.

Pelatih Kepala PS Kota Pahlawan (KoPa) Ahmad Rosyidin
Pelatih Kepala PS Kota Pahlawan (KoPa) Ahmad Rosyidin (surya/habibur rohman)

Secara garis besar, mantan asisten pelatih Persebaya senior itu mengatakan, pembinaan untuk mencetak pemain sepakbola berbakat yang diterapkan Persebaya terbilang berhasil dan beda dari klub lainnya yang ada di Indonesia.

"Dengan adanya pembinaan kelompok umur, secara jenjang bagus, karena sudah ada kenaikan kelasnya. Sudah pas tinggal memaksimalkan saja. Semoga tidak hanya pemain tapi juga pelatih supaya ditingkatkan juga ilmunya. Sehingga pembinaan ke depan lebih baik," harapnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved