Berita Banyuwangi

Perpustakaan Nasional Gelar Safari Gemar Membaca di Banyuwangi ‎‎

Perpusnas RI bersama DPR RI dan pemerintah daerah, mengadakan Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Banyuwangi.

Perpustakaan Nasional Gelar Safari Gemar Membaca di Banyuwangi ‎‎
surya/haorrahman
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bersama DPR RI dan pemerintah daerah, mengadakan Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2018 di Kabupaten Banyuwangi, Selasa (8/5/2018). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bersama DPR RI dan pemerintah daerah, mengadakan Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2018 di Kabupaten Banyuwangi, Selasa (8/5/2018).

Safari ini bertujuan meningkatkan indeks literasi masyarakat, termasuk Banyuwangi.

Bertempat di Pendopo Kabupaten, safari ini dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala Perpusnas RI yang diwakili Pustakawan Ahli Utama Syamsul Bahri, Anggota Komisi X DPR RI Anas Tahir, Kepala Seksi Kerja Sama Dinas Perpustakaan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Melkion Donald, serta jajaran Pemkab Banyuwangi. Tak ketinggalan, kalangan pelajar dan akademisi juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pustakawan Ahli Utama, Syamsul Bahri, mengatakan data BPS 2017 menunjukkan indeks minat baca di Indonesia sangat rendah, hanya sekitar 36,48 per sen. Sementara penggunaan gadget untuk membaca referensi juga masih di angka 3 per sen. Oleh sebab itu, perpusnas RI menggelar safari untuk mengkampanyekan gerakan gemar membaca di seluruh provinsi dan daerah.

“Safari ini adalah upaya pemerintah pusat untuk membangkitkan lagi minat baca di Indonesia. Untuk pelaksanaanya, kami bekerjasama dengan dewan dan pemerintah provinsi sebagai motor penggerak di tingkat kabupaten/kota. Dalam safari ini, kita bisa saling sharing tentang cara-cara jitu untuk mendorong minat baca masyarakat khususnya pelajar,” ungkapnya.

Syamsul menambahkan, saat ini perpusnas telah melakukan banyak upaya untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat.

Seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi, perpusnas tidak hanya menambah persediaan buku, tapi juga membuat konten-konten digital yang mudah diakses masyarakat. Diantaranya, e-booknas dan e-resource.

Dalam safari tersebut, Syamsul mendorong agar setiap daerah lebih kreatif menumbuhkan minat baca masyarakatnya. Salah satunya, secara fisik bangunan perpustakaan harus dibuat nyaman dengan perlengkapan IT yang memadahi.

“Prinsipnya, bagaimana agar masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai rumah kedua. Jadi harus nyaman. Kalau perlu sediakan café juga di sana,” kata dia.

Anggota Komisi X DPR RI Anas Tahir menambahkan, kebiasaan membaca buku memang sangat penting karena dapat memperkaya wawasan.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help