Berita Banyuwangi

Pelajar Desa di Banyuwangi Bisa Les Digital Lewat Aplikasi Ruangguru, Begini Tanggapan Siswa

Kolaborasi Pemkab Banyuwangi dengan Ruangguru dimulai sejak Februari 2018.

Pelajar Desa di Banyuwangi Bisa Les Digital Lewat Aplikasi Ruangguru, Begini Tanggapan Siswa
surya/haorrahman
Para pelajar Banyuwangi memanfaatkan aplikasi ruangguru untuk mendapat materi tambahan. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kerja sama Pemkab Banyuwangi bersama perusahaan penyedia konten digital pendidikan, Ruangguru, kini telah dirasakan pelajar di desa-desa Banyuwangi.

Para pelajar kini bisa mengakses berbagai materi pembelajaran terbaru secara gratis melalui aplikasi Ruangguru.

Diaz Retno, siswa kelas V SDN 2 Sukonatar, misalnya, belajar melalui Ruangguru dengan menggunakan smart phone milik ibunya. Desa Sukonatar terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota.

“Awalnya ibu keberatan karena mengira saya nge-game. Tapi setelah tahu ini untuk belajar, ibu ikut mendampingi. Setiap hari saya pinjam ponsel ibu untuk menambah materi yang didapat dari sekolah, juga untuk mengerjakan tugas sekolah,” ujar Diaz, Selasa (8/5).

Diaz juga belajar menggunakan alat ”on the go” berupa flashdisk Ruangguru. Diaz senang karena materinya lengkap dan disajikan dengan video animasi yang mudah dipahami.

“Rasanya seperti nonton youtube. Belajar jadi tambah menyenangkan,” kata Diaz.

Melihat kemudahan itu, orang tua Diaz, Munawaroh, tidak repot lagi mencari tempat dan membayar les tambahan untuk anaknya.

”Program ini sangat membantu warga seperti saya. Sekarang tidak perlu keluar biaya les tambahan yang adanya di pusat kota,” ujar Munawaroh.

Manfaat belajar di Ruangguru juga dirasakan Dini Aulia Apriliani, siswi kelas 8 SMPN 1 Srono.

"Untuk mengulang pelajaran dari sekolah bisa lebih jelas. Kakak tutornya di LINE juga enak kalau nerangin. Saya jadi lebih mudah memahami,” kata Dini.

Untuk belajar di aplikasi Ruangguru, Dini melakukannya dengan cara daring lewat social messenger LINE ataupun offline menggunakan flashdisk.

Kolaborasi Pemkab Banyuwangi dengan Ruangguru dimulai sejak Februari 2018 lewat penandatanganan kerja sama yang dilakukan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan CEO Ruangguru Belva Syah Devara di Balai Desa Sukonatar, Kecamatan Srono.

Tahap awal, program ini dilaksanakan di 24 desa di 24 kecamatan dari 25 kecamatan yang ada di Banyuwangi. Satu kecamatan yang tidak termasuk adalah kecamatan kota dengan pertimbangan telah lebih maju dibanding lainnya.

”Kami ingin terus memperluas akses kolaborasi ini secara bertahap ke desa-desa lainnya. Ini wujud pemerataan pendidikan, karena selama ini kan yang mudah mendapatkan akses materi tambahan pelajaran mungkin terbatas hanya para pelajar di pusat kota,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono.

Dia mengatakan, kolaborasi ini juga menopang program ”Smart Kampung” yang mendorong pemanfaatan teknologi informasi ke desa-desa, baik untuk pelayanan publik, ekonomi, maupun pendidikan warga.

Penulis: Haorrahman
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved