Home »

Bisnis

» Makro

Berita Ekonomi Bisnis

Terkait Penemuan Bawang Impor, Petani Sebut Importir Kelabui Petugas dan Konsumen

Menurut Asosiasi Petani Barang Merah Jawa Timur, Akad, menyatakan barang merah ditemukan sebenarnya jenis bawang bombay.

Terkait Penemuan Bawang Impor, Petani Sebut Importir Kelabui Petugas dan Konsumen
antara
Ilustrasi pedagang bawang merah.

SURYA.co.id | SURABAYA - Temuan bawang merah dan bombay impor di gudang JL Kasuari, Surabaya merupakan produk dari bisnis nakal importir bawang.

Menurut Asosiasi Petani Barang Merah Jawa Timur, Akad, menyatakan bahwa barang merah yang ditemukan sebenarnya adalah jenis bawang bombay warna merah.

"Memang pemerintah tidak mengeluarkan rekomendasi impor bawang merah. Tapi mengeluarkan rekomendasi impor bawang bombay. Dengan syarat minimal berdiameter 5 cm," jelas Akad, saat dihubungi Senin (7/5/2018).

Nah, importir nakal tersebut memanfaatkan rekomendasi impor bombay dengan produk bombay merah yang kecil-kecil seperti bawang merah. Sehingga disebut bawang merah.

"Importir itu telah melakukan kecurangan. Bahkan bombay merah kecil itu dipasaran dicampur dengan bawang merah lokal. Padahal rasa sudah beda," ungkap Akad.

Dengan temuan itu, Akad memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak kepolisian yang berhasil membongkar.

Pihaknya juga meminta instansi terkait, terutama Karantina untuk lebih pengawasan ketat kepada produk impor.

"Bisa jadi bawang bombay kecil itu ditaruh ditengah. Ditutupi dengan bombay besar sesuai ketentuan rekomendasi," ungkap Akad.

Saat ini, bawang merah lokal sudah siap panen dalam 15 hari kedepan. Sehingga stok menghadapi Ramadan dan Lebaran bisa dijaga.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help