Liputan Khusus

Rogoh Kocek Pribadi Agar Bimbingan Belajar Gratis untuk Anak-anak Tetap Berjalan

Di Rumah Bangkit, biaya operasional awalnya hanya menggunakan dana pribadi Narsih dan beberapa relawan yang peduli.

Rogoh Kocek Pribadi Agar Bimbingan Belajar Gratis untuk Anak-anak Tetap Berjalan
surya/aflahul abidin
Anak-anak dilatih mandiri dengan mengangkat bangku dan kursi sendiri di bimbingan belajar (bimbel) gratis RT 02 RW 03, Kelurahan Ketintang, Surabaya. Pembelajaran di sana digelar di Balai RW setempat setiap hari Kamis. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aktivitas di bimbel gratis bukan berarti tanpa pendanaan.

Meski tampak sederhana, pengelolaan tempat semacam itu tetap membutuhkan uang untuk terus berjalan.

Di Rumah Bangkit, biaya operasional awalnya hanya menggunakan dana pribadi Narsih dan beberapa relawan yang peduli.

Ia kemudian membuka donasi.

“Rp 10.000 per bulan bagi yang mau berdonasi. Tapi tidak banyak berjalan,” ujarnya tersenyum.

Sementara untuk bimbel Karang Taruna Sepuluh, pendanaan juga diperlukan.

Salah satunya buat memberi apresiasi kepada anak-anak yang berprestasi.

Ketua RT 02/RW 03 Andry Herdianto menjelaskan, biaya operasional bimbel selama ini diambil dari kantong pribadi.

Selain itu, uang yang didapat dari hasil lomba tingkat RT sebagian juga disisihkan untuk aktivitas rutin mingguan tersebut.

“Kami kadang makan bareng bersama anak-anak di sini. Setiap ada rezeki,” kelakarnya. (Aflahul Abidin/Wiwit Purwanto)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help