Berita Ekonomi Bisnis

Pasar Benih Jagung Hibrida di Jatim Dorong Percepatan Kontribusi Lumbung Jagung Nasional

"Varietas benih jagung hibrida baru sangat diperlukan ke petani untuk mendukung dua target," jelas Benny Sugiharto.

Pasar Benih Jagung Hibrida di Jatim Dorong Percepatan Kontribusi Lumbung Jagung Nasional
surya/Srihandi lestari
Devi Kusumaningtyas, Public Affair Manager ASEAN PT DuPont (tengah) bersama Yuana Lekasana, Marketing Manager Pioneer Indonesia dan Benny Sugiharto, Country Manager PT DuPont Indonesia menunjukkan hasil jagung hibrida hasil benih varietas P36 Bekisar di Surabaya, Senin (7/5/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Secara nasional produk jagung di tahun 2017 telah mencapai 27,95 juta ton. Jumlah itu tumbuh 18,55 persen dibanding tahun sebelumnya, dan mampu menghentikan impor produk jagung.

Dari jumlah tersebut, jagung dari Jawa Timur berhasil memberi kontribusi terbanyak nasional, dengan angka sebesar 6,18 juta ton. Kondisi itu membuat produsen benih jagung hibrida baru agresif berinvetasi di Jatim. Sementara produsen lama, tak kalah agresif dengan meluncurkan varietas benih baru.

"Varietas benih jagung hibrida baru sangat diperlukan ke petani untuk mendukung dua target. Pertama, peningkatan pendapatan dari hasil pertanian jagung hibrida, dan kedua ikut memberikan kontribusi yang pada target pemerintah dalam hal swasembada pangan dari produk jagung," jelas Benny Sugiharto, Country Manager PT DuPont Indonesia, produsen benih jagung hibrida yang memiliki pabrik di daerah Kabupaten Malang, Senin (7/5/2018).

Varietas benih jagung hibrida baru yang diklaim mampu meningkatkan produktifitas panen adalah varietas P36 atau Bekisar.

Varietas baru ini diluncurkan sebagai varietas benih yang lebih dikenal dengan nama Pioneer di kalangan petani itu, memiliki tiga keunggulan. Pertama memiliki potensi hasil mencapai 9,6 ton hingga 13 ton per hektar.

Kedua, memiliki daya tahan terhadap hama bulai yang lebih maksimal. Ketiga, memiliki kemampuan kerapatan tanam di 100.000 per hektar.

"Kondisi ini memberikan pilihan kepada petani untuk meningkatkan hasil produk jagung hibridanya, kemudian memberikan solusi terhadap semakin berkurangnya lahan pertanian karena alih fungsi," tambah Devi Kusumaningrum, Public Affairs Manager Asean PT DuPont Indonesia.

Saat ini, pasar benih jagung hibrida di Jatim sedang berkompetisi dengan banyak brand dengan bermain di tiga segmen. Pioneer bermain di segmen high dan middle, dimana di Jatim telah mencatatkan market share hingga 30 persen.

"Kami optimis dengan kehadiran varietas baru ini bisa mendorong peningkatan market share Pioneer menjadi 35 persen," kata Yuana Leksana, Marketing Manager Pioneer Indonesia.

Saat ini lahan jagung nasional mencapai 3,8 juta hingga 4 juta hektar. Dari jumlah itu 25 persen berasal dari Jatim.

Selain Jatim, kontributor produk pertanian jagung secara nasional ada di Jawa Tengah, Sumatera Utara, Lampung, dan Nusa Tenggara.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help