Liputan Khusus

Ini Beda Fungsi Bimbingan Belajar Gratis di Kampung Surabaya dengan Bimbel Berbayar

Bimbingan belajar (bimbel) di Balai RT atau RW yang digelar secara gratis tak bisa disamakan secara fungsi yang dibuka lembaga profesional.

Ini Beda Fungsi Bimbingan Belajar Gratis di Kampung Surabaya dengan Bimbel Berbayar
surya/aflahul abidin
Anak-anak belajar di bimbingan belajar (bimbel) gratis RT 02 RW 03, Kelurahan Ketintang, Surabaya. Pembelajaran di sana digelar di Balai RW setempat setiap hari Kamis. 

Menurutnya, bimbel gratis bermanfaat untuk meningkatkan budaya belajar di kalangan anak.

Di beberapa kampung di Surabaya, kata dia, ada banyak orang tua yang kurang bisa mendampingi anak untuk belajar di rumah.

Maka, hadirnya bimbel gratis dianggap perlu agar anak bisa belajar secara kolektif.

“Kalau belajar di rumah dan orang tua tidak bisa mendampingi, anak jadi malas belajar. Berbeda dengan ketika ada teman dan pendamping,” imbuh dia.

Terlebih, budaya belajar di luar sekolah bagi anak-anak sudah banyak berkurang.

Menurut Martadi, itu pengaruh dari hadirnya gadget dan televisi.

Pengaruh dari gadget dianggap lebih besar di saat ini.

Di Surabaya, kata Martadi, muncul beberapa kasus perilaku yang tidak konstruktif dan negatif dari anak-anak.

Ia menengarai, pemanfaatan gadget yang keliru turut berpengaruh terhadap kasus itu.

“(Tren ini) Belum lama, karena kita sedang berada di masa ketegangan budaya. Kita masih dalam proses transisi dari pemikiran agraris ke modern dan TI (Teknologi dan Informasi),” ujarnya.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved