Liputan Khusus

Ini Beda Fungsi Bimbingan Belajar Gratis di Kampung Surabaya dengan Bimbel Berbayar

Bimbingan belajar (bimbel) di Balai RT atau RW yang digelar secara gratis tak bisa disamakan secara fungsi yang dibuka lembaga profesional.

Ini Beda Fungsi Bimbingan Belajar Gratis di Kampung Surabaya dengan Bimbel Berbayar
surya/aflahul abidin
Anak-anak belajar di bimbingan belajar (bimbel) gratis RT 02 RW 03, Kelurahan Ketintang, Surabaya. Pembelajaran di sana digelar di Balai RW setempat setiap hari Kamis. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski sama-sama bernama bimbingan belajar (bimbel), aktivitas di Balai RT atau RW yang digelar secara gratis tak bisa disamakan secara fungsi yang dibuka lembaga profesional.

Keduanya memilik target yang berbeda.

Bimbel gratis bertujuan untuk menciptakan wadah positif.

Tujuannya agar anak-anak tersebut beraktivias dengan baik di lingkungan.

Sementara bimbel profesional dibentuk untuk melatih dan menyiapkan anak-anak untuk siap dengan materi pembelajaran formal di sekolah.

Hal itu disampaikan Koordinator Program Kampung Pendidikan, Martadi.

Program tersebut berafiliasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya.

Menurut Martadi, bimbel gratis di kampung-kampung tidak bisa dibandingkan dari sisi efektivitas dengan bimbel profesional.

Soalnya, pembelajaran yang diberikan di bimbel gratis umumnya tidak bersinggungan dengan kurikulum pendidikan.

“Jadi spirit awalnya fokus pada bagaimana cara membuat wadah-wadah positif bagi anak agar tidak tidak ke mana-mana di jam belajar,” ujar pria yang juga mengajar di Universitas Negeri Surabaya itu.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved