Berita Magetan

Di Magetan, Menteri Pertanian Ancam Cabut Bantuan Alat Pertanian, Jika

Mentan Andi Amran Sulaiman mengeluarkan ultimatum mencabut bantuan alat pertanian yang diberikan bila tidak digunakan optimal.

Di Magetan, Menteri Pertanian Ancam Cabut Bantuan Alat Pertanian, Jika
surya/doni prasetyo
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melihat pengoperasian alat pertanian bantuan pemerintah yang diberikan kepada petani warga Desa Campursari, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Senin (7/5-2018). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeluarkan ultimatum mencabut bantuan alat pertanian yang diberikan kepada petani bila tidak digunakan secara optimal.

"Saya imbau kepada kelompok tani di Kabupaten Magetan, atau di mana pun di seluruh Indonesia, yang menerima bantuan alat pertanian, sebisanya digunakan seoptimal mungkin sehingga terasa dampatnya pada petani,"kata Mentan Andi Amran Sulaiman dihadapan para petani Desa Campursari, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Senin (7/5/2018).

Menurut Andi, di Kabupaten Magetan pemerintah memberikan alat pertanian sebanyak 287 unit, berupa hand tracktor, yang rata-rata diterima setiap kelompok tani minimal tiga unit.

"Ini sudah bagus, tiap kelompok tani punya tiga unit hand tracktor. Alat ini harus dioptimalkan, minimal setiap unit dioperasikan selama 10 jam setiap hari. Jangan sampai, habis dipakai disimpan. Harus diberikan kelompok tani lain yang membutuhkan,"jelasnya.

Dengan alat ini, biaya tanam yang dikeluarkan petani harus lebih murah dibandingkan dengan petani menyewa kepada swasta.

Dengan begitu, biaya tanam yang dikeluarkan petani bisa ditekan, dan keuntungan bisa bertambah.

"Kalau sebelumnya biaya mengolah tanah setiap hektarnya mencapai Rp 2 juta, dengan alat hand tracktor bantuan itu, petani hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 1 juta setiap hektarnya," ujarnya.

Dikatakan, saat ini pemerintah sudah memberikan bantuan alat pertanian, berupa hand tracktor kepada petani di seluruh Indonesia, kurang lebih sebanyak 300.000 unit.

"Dari bantuan hand tracktor sebanyak itu, sekitar 1.500 unit kami tarik kembali, karena alat itu tidak sesuai dengan kondisi tanah di lokasi itu. Padahal pemerintah memberikan bantuan itu atas usul dari daerah,"kata Mentan Andi Amran.

Meski begitu, tambah Andi Amran, kegagalan alat yang tidak sesuai dengan kondisi lokasi itu, saat ini sudah diganti. Kegagalan alat bantuan itu perbandingannya sangat kecil, dari 300.000, hanya sekitar 1.000 yang gagal.

"Sekali lagi kalau sampai bragadir atau satuan tugas (Satgas) yang kami bentuk mengawasi alat pertanian bantuan itu ditemukan tidak digunakan secara optimal, akan kami cabut dan pindahkan ke kelompok tani lain yang sangat membutuhkan,"pungkasnya.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved