Liputan Khusus

Bimbingan Belajar Gratis di Surabaya Minim Peminat, Ini Inovasi Baru Para Penggagasnya

Mereka pun harus berinovasi untuk menarik minat anak-anak dan mendorong orang tua agar peduli aktivitas malam buah hatinya.

Bimbingan Belajar Gratis di Surabaya Minim Peminat, Ini Inovasi Baru Para Penggagasnya
surya/aflahul abidin
Siswa bimbingan belajar gratis di RT 02/RW03 Kelurahan Ketintang, Surabaya, belajar menghitung. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di Balai RT 3/ RW 10 Kampung Tegal, Kelurahan Simomulyo Baru, Surabaya yang berukuran 5 meter x 17 meter, Kamis (3/5), nampak belasan anak usia pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD) bergembira.

Selepas waktu salat Isya, para relawan mengubah tempat yang sebelumnya sepi menjadi riuh.

Anak-anak membawa ransel, duduk tertib, dan siap menunggu para relawan pengajar memulai membuka kegiatan.

Pemandangan seperti itu lumrah terlihat hampir saban hari sejak tiga tahun terakhir di Kampung Tegal.

Sekitar 1,5 jam setelah aktivitas dibuka, anak-anak berlarian pulang ke rumah masing-masing.

Balai RT 03 RW 10 itu menjadi tempat bimbingan belajar (bimbel) Rumah Bangkit.

Di antara para relawan pengajar yang umumnya masih muda, tampak Narsih Setyawan, penggagas bimbel gratis itu.

Tak mudah untuk membuat Rumah Bangkit riuh seperti hari itu.

Narsih dan relawan pengajar lain harus bekerja keras untuk membuat tempat itu hidup.

“Waktu pembukaan dulu, yang daftar 125 anak,” kata wanita yang akrab disapa Bunda Awang itu.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved