Berita Pendidikan Surabaya

Pendidikan Vokasional Ditarget Tuntas 2019, 40 Persen Lulusan SMK di Jatim Disebut Belum Terstandar

Upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia dilakukan Pemprov Jatim lewat program vokasional.

Pendidikan Vokasional Ditarget Tuntas 2019, 40 Persen Lulusan SMK di Jatim Disebut Belum Terstandar
surya/ahmad zaimul haq
UNJUK KARYA - Pengunjung melihat karya pelajar SMK Negeri 12 Surabaya saat pameran tugas akhir bertajuk "Diversity of Creation" (Divon) di JX International Expo, Kamis (3/5/2018).  

SURYA.co.id | SURABAYA – Upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia dilakukan Pemprov Jatim lewat program vokasional. Targetnya program ini akan mencakup terpenuhinya komposisi SMK 70 persen dan SMA 30 persen dan tuntas pada 2019.

Sehingga bisa menaikkan standar SMK minimal terstandarisasi Badan Standarisasi Nasional/BSN khususnya swasta.

“Pekerjaan besar saat ini yakni menutup kebutuhan tenaga kerja yang ada di Jatim, dan solusinya hanya melalui rekonstruksi pendidikan lewat pendidikan SMK dan program dual track,” ujar Gubernur Jatim, Soekarwo saat membuka Seminar Nasional Vokasi Jatim dan Pameran Karya SMKN 12 Surabaya di Jatim Expo, Surabaya, Kamis (3/5/2018).

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan, saat ini Jatim memiliki 1996 SMK dengan jumlah lulusan 220.958.

Namun, hanya 64,11 persen yang bisa diterima di industri. Hal ini menunjukkan bahwa dari total SMK yang ada di Jatim, 40 persennya kualitas lulusannya belum terstandar.

Sedangkan total tenaga kerja terampil di Jatim baik dari lulusan SMK, SMK Mini, BLK, dan Politeknik sebanyak 234.088 orang.

“Lowongan tenaga kerja yang tersedia di Jatim mencapai 390 ribu hingga 400 ribu dan baru bisa dipenuhi 234 ribu, oleh sebab itu kita masih kekurangan tenaga terampil sekitar 100 ribu lebih,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan standar kualitas SMK, lanjut Pakde Karwo, Pemprov Jatim tahun 2018 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 300 miliar untuk pembangunan inkubator-inkubator pelatihan.

Inkubator ini dibutuhkan untuk membuka dan menyerap tenaga kerja di bidang industri, dan untuk mewadahi siswa SMK yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Lewat inkubator-inkubator yang dibuat nantinya akan semakin melatih ketrampilan siswa-siswa SMK dan bisa menjawab tantangan dunia usaha dan industri,” urainya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help