Home »

Bisnis

» Makro

Berita Ekonomi Bisnis

LG Bidik Pasar Residensial dengan Produk AC Berbasis Inventer

PT LG Electronics Indonesia terus agresif bermain di produk dengan teknologi berbasis inverter.

LG Bidik Pasar Residensial dengan Produk AC Berbasis Inventer
surya/sugiharto
Penjualan AC LG mengalami lonjakan drastis

SURYA.co.id | SURABAYA -  PT LG Electronics Indonesia terus agresif bermain di produk dengan teknologi berbasis inverter. Selain lemari es dan mesin cuci, pabrikan asal Korea Selatan ini juga meluncurkan alat pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC) dengan teknologi sama.

"Pasar elektronik dengan basis inverter masih belum besar. Namun di tahun 2018 ini, hingga akhir Maret 2018, elektronik berbasis inverter market share-nya naik hingga 72,5 persen," jelas Satrio Mulyo, Product Marketing Residential AC LG Electronics Indonesia, saat mengenalkan produk AC LG Dual Cool Inverter Series, di Surabaya, Kamis (3/5/2018).

Berdasarkan data GFK, pada tahun 2016 jumlah penggunaan AC inverter di Indonesia mencapai kisaran 54.000 unit. Kemudian di tahun 2017, meningkat sebanyak 177 unit. Hal ini mendorong pihaknya ikut mengeluarkan produk tersebut.

Untuk Dual Cool series merupakan penamaan LG bagi lini produk AC inverter miliknya yang telah diperkenalkan sejak tahun lalu.

”Kalau sebelumnya LG Dual Cool series hanya tersedia dengan kapasitas besar saja. Namun demi mengambil market lebih besar, kami sekarang juga menyediakan yang berkapasitas rendah, mulai 1/2 PK hingga yang tertinggi 2 PK dan cocok untuk pasar residensial,” jelas Satrio.

Branch Manager LG Electronics Indonesia untuk wilayah Surabaya, Irvan Salahudin menambahkan, pasar AC Inverter LG di Surabaya memiliki pertumbuhan yang baik.

Pada April 2018 telah terjadi peningkatan penjualan AC sekitar 36 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kemudian sepanjang Januari - April 2018, rata - rata kenaikan penjualan AC Inverter LG sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

”Mungkin karena bulan lalu cuaca di Surabaya memang sangat panas jadi peningkatannya cukup banyak,” kata Irvan.

Marketshare AC inverter LG di Surabaya mencapai 80 persen. Karena itu, Irvan menargetkan sampai akhir tahun ini penjualan AC dapat bertumbuh hingga 50 persen dibanding tahun lalu.

Moment hari raya idul fitri yang jatuh sebentar lagi akan dapat mengerek penjualan AC.

”Customer pasti akan mempersiapkan rumahnya biar dingin sebab tamu – tamu akan banyak yang datang,” ujar Irvan.

Dengan adanya produk baru ini, penjualan AC LG untuk wilayah Surabaya, bisa mencapai 2.000 hingga 2.500 unit per bulan. Sebelum adanya seri baru ini, rata – rata penjualan AC LG di Surabaya sekitar 1.200 unit per bulan.

"Kami akan terus edukasi masyarakat agar yang awalnya pakai AC normal mau pindah ke inverter. Memang saat beli harga lebih mahal sekitar Rp 300.000, namun dalam penggunaan selama satu tahun bisa hemat hingga Rp 2 juta," jelas Irvan.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help