Lapor Cak 

Daftar TKI lewat SimPadu, Fitri Mengaku Senang Dapat Uang Saku Rp 3 Juta 

Fitri Aulia, calon TKI ke Malaysia senang karena mendapat jaminan bisa bekerja di Malaysia sebagai karyawan pabrik Chip komputer.

Daftar TKI lewat SimPadu, Fitri Mengaku Senang Dapat Uang Saku Rp 3 Juta 
surya/ahmad zaimul haq
INFORMATIF - Layanan seputar lowongan dan layanan tenaga kerja migran bisa di akses lewat aplikasi android SIMPADU-PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang akan di launching Dinas Tenaga Kerja dan Provinsi Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Fitri Aulia, calon TKI ke Malaysia senang karena mendapat jaminan bisa bekerja di Malaysia sebagai karyawan pabrik Chip komputer. Dia lebih senang karena alumnus SMKN 1 Turen Malang ini mendapat uang saku Rp 3,5 juta. 

Calon TKI ini yang memanfaatkan layanan pendaftaran TKI melalui aplikasi SimPadu-PMI.

"Saya sedang urus paspor dan menunggu visa. Senang bisa mendaftar TKI lewat HP," uncap Fitri, Kamis (3/5/2018). 

Fitri bersama rekannya satu PT sebuah PJTKI menindaklanjuti pendaftaran melalui aplikasi dengan melengkapi berkas keberangkatan TKI ke Malaysia. Dia datang ke layanan satu atap P2TKI Disnaker Jatim di Bendul Merisi Wonokromo.

Selain melalui aplikasi khusus menjadi TKI itu, Fitri juga banyak dibantu dan diarahkan petugas di Disnaker tersebut. Semula dia ingin seperi kakak kelasnya dari SMK di Turen sudah bekerja di Malaysia. 

Dia akan digaji Rp 6 jutaan. Namun karena perlu biaya di proses keberangkatan, Fitri diminta membayar 8 juta. Namun dengan cara mencicil selama enam kali. 

Sistem pembayaran itu diambilkan dari potongan gaji selama TKI bekerja di luar negeri. Sebelum ini, para TKI di kampung biasanya akan terus didekati calo untuk meminta fee lain. 

Fitri mengakui bahwa dirinya sangat terbantukan dengan aplikasi SimPadu-PMI. Hanya saja dalam aplikasi belum melayani pengurusan dokumen. 

Selama ini, di kampungnya memang terkenal banyak TKI. Namun kebanyakan TKI untuk pekerjaan nonformal. Karena demi mendapatkan pekerjaan setelah lulus SMK, Fitri memilih mengadu nasib di Malaysia.  

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved