Lifestyle

Busana ‘Wanita Jepang’ Hingga ‘Deepest Ocean’ Beri Kesan Beda di Surabaya Fashion Parade

Pergelaran Surabaya Fashion Parade (SFP) 2018 berlanjut dengan menyuguhkan busana bertema Cocktail.

Busana ‘Wanita Jepang’ Hingga ‘Deepest Ocean’ Beri Kesan Beda di Surabaya Fashion Parade
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq

SURYA.co.id | SURABAYA - Pergelaran Surabaya Fashion Parade (SFP) 2018 berlanjut dengan menyuguhkan busana bertema Cocktail. Dengan tema seperti ini, enam desainer menyuguhkan busana dengan tema lokal yang nyeleneh dan aneh, namun menarik dari sisi tampilan.

Ada enam desainer berbakat dan terkemuka yang tampil membawakan rancangan busananya. Seperti dua desainer terkemuka yang berkolaborasi dengan Viva Cosmetics, yakni Albenayubandal dan Yuliana Huang x Uniart.

Untuk rancangan busana Albenayubandal yang bertema Wanita Jepang, dimana dia mengangkat kehidupan diva di Jepang. Dia mengaplikasikan ini pada busana dengan siluet yang tak biasa. Dia juga menggunakan bahan dari lace, tulle, dan organza dan membentuk cutting lewat teknik draping atau membentuk kain memakai manekin.

“Ada 12 busana yang tampil, dimana warna yang dipakai adalah silver nude dan merah,” ujarnya di TP 6, Kamis (3/5/2018).

Ada pula desainer Yuliana Huang x Uniart yang mengangkat tema The Rain of Himiko atau kebangkitan Himiko yang pernah jadi penguasa wanita Jepang dengan ilmu sihirnya. Dia mengaplikasikan sosok pasukan Himiko yang mematikan ke dalam busana. “Cirinya ada pada warna busana, yakni hitam tapi dengan gradasi biru hingga merah muda,” ujarnya.

Adapun dalam fashion show itu, desainer-desainer itu berkolaborasi dengan Viva Cosmetic dalam riasan pada model dan musik. Direktur Distribusi Viva Cosmetics Indonesia Timur, Yusuf Wiharto menjelaskan, kolaborasi musik yang digunakan adalah alat musik tradisional Jepang, Taiko, dengan tampilan DJ pada fashion show itu.

“Ini paduan antara musik tradisional dan modern. Kolaborasi ini berlangsung satu jam. Musik ini berguna untuk memberi sajian berbeda dan memberi apresiasi dari hasil rancangan busana ini,” ujarnya.

Selain dua desainer terkemuka, ada pula desainer dari Surabaya yang tampil. Seperti tampilan desainer Winarni Widjaja yang mengangkat tema Deepest Ocean. Dia terinspirasi kehidupan bawah laut, terutama ubur-ubur.

“Ciri dari busana ini adalah transparan namun kesan feminim dan struktural tetap tampak. Warna-warna busana ini adalah biru dan putih,” pungkasnya. 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help