Sekolah Model di Surabaya ini Ajari Siswanya Belajar dari Selebgram, Kok Bisa? Begini Alasannya

Pemilik sekolah tersebut tak ragu untuk mendorong para siswa model untuk banyak belajar dari konten hasil unggahan selebgram.

Sekolah Model di Surabaya ini Ajari Siswanya Belajar dari Selebgram, Kok Bisa? Begini Alasannya
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | Surabaya - Konten yang diunggah para selebgram bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Termasuk media pembelajaran untuk sekolah model. Tentu saja, konten yang banyak dipakai bahan itu berasal dari selebgram fashion.

Salah satu sekolah model yang memanfaatkan konten selebgram, yakni SZ Model Management. Pemilik sekolah tersebut tak ragu untuk mendorong para siswa model untuk banyak belajar dari konten hasil unggahan selebgram.

"Kalau misalnya ada siswa yang tidak paham fashion itu seperti apa, kita sarankan dulu untuk searching dulu. Kan mereka umumnya aktif di media sosial. Mereka bisa melihat, misalnya di posting-an selebgram itu," kata Suci Agustina Lestari, Founder SZ Model Management.

Pose atau cara bergaya para selebgram itu, kata dia, bisa ditiru dan dimodifikasi para siswa untuk bahan belajar awal.

Hal ini dianggap akan memudahkan para siswa model untuk memahami materi yang akan disampaikan. Bagian cara pengajaran seperti ini sudah dipakai disekolah tersebut sejak awal mula selebgram ramai digandrungi. Kira-kira sejak 2013.

Hingga saat ini, bagi Suci, cara tersebut cukup efektif untuk mendorong para siswa mempunyai banyak referensi.

Contoh lain, ia pernah juga membuat lomba hijab vaganza. Inti lombanya, para siswa model diminta untuk membuat model hijab ala-ala selebgram.

Menurutnya, hal tersebut juga berpengaruh terhadap pasion siswa. “Karena dunia model itu pengertiannya kan luas. Ada model face, model user, dan macem-macem. Banyak,” tuturnya.

Lewat konten para selebgram, mereka bisa mengamati pose, gestur, mimik, dan lainnya dari sana.

Tahun lalu, ia juga pernah menggelar acara dengan mengundang seorang selebgram dari luar kota. Temanya lebih fokus soal hijab.

Pemilihan selebgram dari luar kota bukan karena tak ada model yang sepadan di Surabaya. Namun, ia beranggapan, butuh selebgram yang tak sering jadi tamu di Surabaya untuk menarik antusias.

Masih soal instagram, sekolah model itu juga mendorong para siswanya aktif dan menata tampilan konten.

"Supaya unggahan Instagram mereka rapi, juga bertema. Jadi dari postingan tersebut, pasion siswa model bisa terwakili," pungkasnya. (fla/iit)

Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help