Lapor Cak

Saling Serobot di Lampu Merah Samping Royal Plaza, Dishub Anggap Biasa 

Joko menyebutkan bahwa berebut lampu merah menjadi fenomena di Surabaya. Tidak hanya di lampu merah pojok Royal.

Saling Serobot di Lampu Merah Samping Royal Plaza, Dishub Anggap Biasa 
surya/nuraini faiq
Saling serobot di lampu merah dekat perlintasan kereta api samping Royal Plaza terjadi hampir tiap hari, terutama jam-jam sibuk. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kabid Rekayasa Lalu Lintas Dishub Surabaya Joko Supriyanto angkat tangan dengan situasi semrawut di lampu merah pojok Royal Plaza. Selain banyaknya kendaraan, kesadaran pengguna jalan sangat rendah. 

Tidak mau menghargai kendaraan lain sehingga saling berebut di pertigaan lampu merah.

"Tidak mudah dalam situasi kendaraan makin menumpuk," kata Joko. 

Namun, untuk pengerahan petugas di pertigaan pojok lampu merah Royal itu bukan wewenangnya. Penyebab macetnya arus lalu Lintas di pojokan Royal itu karena terjadi penyempitan jalan. 

Persimpangan rel dan jalan ujung Frontage A Yani itu mejadi bottle neck karena persimpangan jalan rel belum tertutup aspal. Rel melintang di jalan A Yani Wonokoromo itu masih menganga. 

Joko menyebutkan bahwa berebut lampu merah menjadi fenomena di Surabaya. Tidak hanya di lampu merah pojok Royal. Lokasi lain kerap saling berebut juga.

Joko menyebut bukan kewenangannya mengerahkan petugas untuk ikut mengatur lalu lintas. Meski idealnya harus ada petugas polisi atau Dishub atau Linmas yang ikut membantu menguraikan Semrawutnya lalu lintas di pojok Royal itu. 

Selama jalan persimpangan rel itu belum ditutup akan tetap terjadi bottle neck. Informasi yang diterima surya.co.id, Dinas Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya sudah melelang dan tinggal pelaksanaan menutup rel itu.  

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help