Sambang Kampung Jagir Wonokromo

RT 3/ RW 4 Kelurahan Jagir, Wonokromo Terima Pesanan Seragam Satu Kampung

Usaha konveksi ini baru dimulai tiga bulan yang lalu, setelah ibu-ibu yang kesehariannya hanya tinggal di rumah dilatih untuk menjahit.

RT 3/ RW 4 Kelurahan Jagir, Wonokromo Terima Pesanan Seragam Satu Kampung
surya/ahmad zaimul haq
Ibu-ibu di RT 3 RW 4 Kelurahan Jagir, Wonokromo, Surabaya memamerkan hasil usaha jahitan bersama di sela kesibukan mengurus rumah tangga, Senin (30/4/2018).  

SURYA.co.id | SURABAYA – Melewati gang sempit Pulo Wonokromo tak akan pernah membosankan. Pasalnya setiap gang kecil yang ada memiliki keunikan sendiri. Salah satu keunggulan kampung tersebut merupakan usaha konveksi yang dijalankan ibu rumah tangga di kawasan RT 3 RW 4 kelurahan Jagir, Wonokromo, Surabaya.

Usaha konveksi ini baru dimulai tiga bulan yang lalu, setelah ibu-ibu yang kesehariannya hanya tinggal dirumah dilatih untuk menjahit.

Bermodal tiga mesin jahit, etalase, manikin dan kontrakan rumah kecil, ibu-ibu ini mulai memiliki kesibukan baru selain merawat keluarganya.

Maslichah (60), ketua konveksi UKM Sejahtera ini mengungkapkan mereka secara rutin memproduksi baju tidur baik berupa babydoll ataupun daster. Pakaian buatan mereka bahkan belum sempat serstok banyak karena selalu habis terjual.

“Kami ini baru mulai menstok lagi, karena tiga bulan terakhir kami sudah mengerjakan 100 seragam ibu-ibu lansia di kampung kami,” ujarnya.

Dengan kemampuan menjahit yang masih sederhana,  ibu-ibu di kampung ini secara rutin dating ke konveksi dan membuat jahitan baju. Sistem bagi hasil juga diterapkan untuk jasa jahit dan pemakaian bahan.

“Karena kami produksinya masih sedikit, jadis etiap selesai mengerjakan bisa langsung diambil uangnya,” urainya.

Sinta Listianingrum (42) , anggota UKM ini mengungkapkan konveksi ini masih dikelola secara tradisional. Artinya para anggotanya tidak setiap hari bekerja dengan rentang waktu tertentu. Kadang mereka harus pulang untuk mengurus keluarganya.

“Kalau urusan dirumah sudah selesai baru kami ke UKM lagi, karen amesin jahitnya di sini semua,” ungkapnya.

Tak hanya membuat babydoll dan daster, ibu-ibu ini juga melayani permak pakaian dan berbagai jenis pesanan baju.

Dihaapkan, dengan adanya UKM ini, ibu-ibu yang memasuki usia lanjut ataupun ibu rumah tangga bis amembantu perekonomian keluarga. Mereka juga bisa membuat produk jahitan atau konveksi sebagai oleh-oleh tamu di kampungnya.

“Karena kampung kami banyak kreasinya, kadang banyak tamu. Hasil jahitan kami kerap jadi oleh-oleh,” ungkapnya.

Khasanah (62), wanita yang waktu muda menekuni jahit kini juga bisa melanjutkan hobinya sewaktu muda sambilmengasuh cucunya. Pasalnya banyak teknik menjahit yang kembali ia pelajari.

“Nggak ngoyo, yang penting jadi sudahs enang. Apalagi kalau ada tamu yang kemudian pesan di sini karena jasa kami masih murah,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved