Berita Surabaya

Inilah Komunitas Skizofrenia di Surabaya, Tempat Berkarya Sekaligus Curhat

Sebagian orang di Indonesia ini mungkin menganggap bahwa Orang Dengan Skizofrenia (ODS) atau gangguan ment

Inilah Komunitas Skizofrenia di Surabaya, Tempat Berkarya Sekaligus Curhat
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | Surabaya - Sebagian orang di Indonesia ini mungkin menganggap bahwa Orang Dengan Skizofrenia (ODS) atau gangguan mental adalah orang yang berbahaya.

Namun ini tidaklah benar, sejumlah keluarga ODS dan sejumlah dokter RSUD Dr Soetomo menghilangkan prespektif tersebut.

Mereka membuat Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) sampel Surabaya, 31 Juli 2011 lalu. Koordinator KPSI, dr. Azimatul Karimah, SpKJ (K), menjelaskan saat itu di Surabaya ODS sudah terbentuk secara virtual.

"Saya melihat waktu itu di Jakarta sudah ada, terakhir saya lihat di Bandung, nah Surabaya belum. Akhirnya saya bersama dokter Hendro Rianto, membuat KPSI ini untuk pertama kalinya, kami adakan kopdar dengan mengundang pasien di Kebun Bibit Surabaya," katanya bercerita.

dr Ica, panggilan akrab perempuan berkerudung ini, menceritakan kegiatan komunitas diadakan satu bulan sekali.

Dulu, pertama berdiri mereka sering memberikan edukasi terkait skizofrenia, namun beberapa bulan terakhir mereka mengganti topik lebih ke arah lifestyle untuk kehidupan ODS.

"Psikoedukasi sudah kami lakukan sejak tahun 2011, setahun terakhir kami lebih banyak pelatihan.

Pelatihan ini sebenarnya murni datang dari keluarga, karena ini bukan di bidang kami selaku dokter. Kami hanya mendampingi dan memberikan wadah saja," tambahnya.

Misalnya membuat sebuah karya, menjahit, membuat coklat, cabut duri bandeng, dan banyak lainnya.

Sekarang KPSI memiliki anggota lebih dari 100 orang, menurut dr Ica, kegiatan kerja atau okupasi merupakan bagian dari terapi.

Seringkali kalau mereka nganggur, ODS akan berpikir yang lalu-lalu dan berfantasi kembali. "Itu memicu kekambuhan. Dengan adanya kegiatan rutin dan produktif mereka tidak fokus pada sakitnya tapi pekerjaannya," tambahnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved