Berita Surabaya

Cara Menanggapi Skizofrenia yang Baik, Jangan Malah Marah-Marah!

Kata-kata tersebut tentu kadang tidak sesuai fakta sekarang, atau bergubungan dengan masa lalunya yang menyakitkan.

SURYA.co.id | Surabaya - Saat kambuh, Orang Dengan Skizofrenia (ODS) atau gangguan mental cenderung mengungkapkan kekesalannya melalui kata-kata dan perbuatan tidak menyenangkan.

Kata-kata tersebut tentu kadang tidak sesuai fakta sekarang, atau bergubungan dengan masa lalunya yang menyakitkan.

Dalam kondisi ini, keluarga atau orang-orang yang berada di sekitarnya, lebih baik diam atau mengajaknya bicara, namun dengan bahasa yang memberikan dia ruang untuk bicara.

Koordinator Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) sampel Surabaya, dr. Azimatul Karimah, SpKJ (K), FISCM mengungkapkan saat berada di komunitas KPSI, tak jarang ODS meluapkan kekesalannya di dalam percakapan grup.

"Tapi karena teman-teman sudah tahu, bahwa itu artinya mereka sedang kambuh, makanya nggak ada yang nanggepin. Teman-teman lain diam saja, atau cenderung membalas sabar," jelasnya, Senin (23/4/2018).

Di saat kondisi seperti ini, dr Ica pun terkadang mengeluarkan mereka dari grup percakapan sementara waktu. Dan dia memberikan alasan rasional kepada ODS tersebut.

"Ya saya keluarkan sebentar, saya japri (kirim pesan langsung) ke ODS yang bersangkutan bahwa 'maaf ya saya keluarkan kamu dulu, dari pada kamu membuka aibmu sendiri di depan teman-teman', saya bilang begitu dengan alasan yang jelas untuk kebaikan dirinya sendiri," kisahnya.

dr Ica menjelaskan sebenarnya ODS ini tetap bisa diajak bicara baik-baik.

Misalnya saat mereka mengeluhkan sakit, jawab dengan sabar 'sebelah mana', 'tahan ya', 'ini mungkin karena kamu belum makan seharian', 'kamu ingin apa?', 'oke, tapi sepertinya tidak sekarang, karena kamu belum istirahat dari kemarin', serta kata-kata positif lainnya.

"Kabanyakan orang mungkin ketika mendengar keluhan ODS, mereka menanggapinya debgan sok tahu dan marah-marah, 'ini karena salah kamu', 'kamu sih tidak turuti kata saya', dan sebagainya yang di situ membuat ODS semakin berontak dan agresif," terangnya.

Untuk itu, saat melihat ODS marah atau sedang agresif, sebaiknya keluarga mendengarkan saja dan membawanya ke psikiatri. Menjawab omeran dan ceracau ODS sama halnya memperparah kondisi mereka.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved