Lifestyle

Mahasiswa Unesa Unjuk Karya di Grand City, Tampilkan Busana 4 Musim, Eksplor Busana dan Make Up

Mahasiswa Unesa Jurusan Tata rias menggelar acara tugas akhir yang bertajuk World Season Parade di Main Atrium Grand City Surabaya.

Mahasiswa Unesa Unjuk Karya di Grand City, Tampilkan Busana 4 Musim, Eksplor Busana dan Make Up
surya/danendra kusumawardana
Seorang model memeragakan busana dan body painting karya mahasiswa Unesa Jurusan Tata Rias di Grand City, Minggu, (29/4/2018). 

Surya.co.id |SURABAYA - Mahasiswa Unesa Jurusan Tata rias menggelar acara tugas akhir yang bertajuk World Season Parade di Main Atrium Grand City Surabaya, Minggu (29/4/2018).

Acara ini menarik perhatian para pengunjung mall, mereka menghentikan langkah kakinya untuk melihat pagelaran. Bahkan, Pengunjung yang berada di lantai satu hingga dua tertarik melihat dengan berdiri berjajar di pembatas.

Daya tarik acara ini ada pada body painting dan busana yang dikenakan oleh model. Busana yang dikenakan Ada yang menyerupai lebah, burung, leopard, tumbuhan, dan akar pohon yang melilit rambut dan tubuh model. Ada pula yang mengenakan gaun bak putri seorang raja.

Setiawan Wijanarko selaku wakil ketua pelaksana mengatakan, tema dari tugas akhir ini berhubungan dengan empat musim, yakni panas, dingin, gugur, dan semi. Acara ini di ikuti oleh 47 orang angkatan 2014.

"Ada dua sub lomba yakni gala dan fantasi. Kami memilih tema musim karena masih jarang diolah seseorang untuk menjadi suatu karya. Kita coba bikin pertunjukan busana dan make up," ujarnya.

Setiawan menambahkan bahwa, persiapan pertunjukan World Season Parade ini dimulai dari bulan februari lalu.

"Persiapannya dua bulan yang lalu, melakukan konsultasi desain dengan dosen dan membuat busana. Kesulitannya menyatukan ide dan tema," jelasnya.

Ia berharap, adik tingkat selanjutnya dapat membuat acara lebih bagus dan meriah. "Acara ini setiap tahun ada. Semoga tahun depan lebih meriah," ucap Setiawan.

Salah satu Mahasiswa yang menjadi peserta pertunjukan Zahrina Firdausi, menjelaskan karyanya yang mengusung tema musim gugur dan leopard. Ia memerlukan waktu satu minggu untuk menyelesaikan desain baju.

"Saya memilih leopard karena hewan ini tersebar di Asia Afrika yang mempunyai empat musim, salah satunya musim gugur," jelasnya.

Ia menambahkan, selain itu leopard mempunyai motif yang unik dan cantik. Ia membuat model tampak seperti leopard sesungguhnya, mulai dari bentuk bibir, kumis, hingga motif tutul tergambar di sekujur tubuh. "Wajah model juga saya rias seperti macan. Busana ini menceritakan macan tutul disaat musim gugur," imbuhnya.

Pengunjung bernama Diah Wulansari mengatakan, acara yang digelar mahasiswa Unesa jurusan tata rias ini sangat menginspirasi dirinya yang juga seorang perias.

"Acara ini menginspirasi sekali dan bisa dibuat bahab untuk belajar rias," kata Diah.

Ia mengungkapkan bahwa, tema musim kemarau yang paling menarik perhatiannya. Sebab, busana karya mahasiswa lebih bervariasi. "Ada yang dari daun kering, ada ornamen akar dan dedaunannya itu menarik sekali. Selain itu saya bisa belajar rias karakter karena jaman dulu belum sespektakuler ini," pungkasnya. (Nen)

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help