Pilkada 2018

Cawagub Emil Ungguli Aksepsibilitas dan Popularitas dalam Survei SSC

Hasil survey Surabaya Survey Center (SSC) bukan hanya memuat hasil elektabilitas paslon Khofifah - Emil yang unggul atas paslon Gus Ipul - Puti

Cawagub Emil Ungguli Aksepsibilitas dan Popularitas dalam Survei SSC
surya/fatimatuz zahroh
Bakal calon wakil gubernur Jatim Emil Dardak dan istrinya Arumi Bachsin 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Hasil survey Surabaya Survey Center (SSC) bukan hanya memuat hasil elektabilitas paslon Khofifah - Emil yang unggul atas paslon Gus Ipul - Puti.

Yaitu angka elektabilitas sebesar 41,1 peran untuk Khofifah -Emil dan sebesar 39,2 persen untuk Gus Ipul - Puti.

Namun survei yang di dilakukan terhadap 1.220 responden dalam kurun waktu 11 -19 April 2018 di 38 kabupaten kota di Jatim itu juga memperlihatkan hasil popularitas dan akseptabilitas pasangan calon.

Dari hasil survei tersebut aksesptabilitas Emil mencatat popularitas 68,2 persen dengan akseptabilitas (tingkat penerimaan publik) 58,2 persen. Sedangkan Puti meraih popularitas 56,3 persen dengan akseptabilitas 43,5 persen.

Begitu pula untuk top of mind Cawagub. Emil meraih 17,1 persen, Puti 12,9 persen dengan undecided voters 70 persen. Jika digabung dengan Cagub, Khofifah-Emil meraih 34,8 persen, Gus Ipul-Puti 32,6 dengan undecided voters 32,6.

Pun demikian dengan elektabilitas, Emil meraih 28,6 persen, Puti 21,2 persen dengan undecided voters 50,2. Jika digabung dengan Cagub, Khofifah-Emil dipilih 41,1 persen, Gus Ipul-Puti 39,2 persen dengan undecided voters 19,7 persen.

Viktor Tobing, peneliti senior SSC menilai untuk kategori akseptabilitas. Sebagai Cawagub, rupanya Puti belum cukup dikenal rekam jejak politiknya, sehingga memungkinkan dia belum bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Jatim. Beda dengan Emil yang sudah sudah lebih dulu dikenal sebagai kepala daerah di Trenggalek.

Meski tak selalu linier antara popularitas dan akseptabilitas untuk meraih angka elektabilitas yang memuaskan, dalam hal ini raupan suara yang diperoleh Emil cukup membantu positioning-nya mengungguli keponakan Sukmawati Soekarno Putri itu.

“Jika pada elektabilitas Emil mendapat 28,6 persen dan Puti 21,2 persen, artinya ada 50,2 persen angka undecided voter yang masih mungkin diperebutkan keduanya,” katanya.

Namun, tandas Victor, masyarakat Jatim butuh lebih dari sekadar inovasi, lebih dari sekadar janji dan retorika. Masyarakat butuh bukti nyata yang konkret untuk bisa membawa perubahan yang lebih baik pasca kepemimpinan Soekarwo-Gus Ipul.

“Itulah tantangan yang dihadapkan pada kedua kandidat pemimpin muda Jatim ini, baik Emil maupun Puti. Satu lagi, meet the people adalah kunci jawaban dari tantangan yang ada,” pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved