Berita Surabaya

Patungan Ingin Cicipi Rasanya Nyabu, Tiga Remaja Surabaya Ini Malah Cicipi Penjara 2 Tahun

Berdasarkan keterangan ketiga terdakwa di sidang sebelumya, mereka mengaku nekat mengkonsumsi SS karena penasaran ingin mencoba saja.

Patungan Ingin Cicipi Rasanya Nyabu, Tiga Remaja Surabaya Ini Malah Cicipi Penjara 2 Tahun
surya/sudharma adi
Tiga remaja Surabaya divonis hukuman 2 tahun 9 bulan penjara karena kasus sabu 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rasa ingin tahu tiga remaja untuk mencicipi sabu-sabu (SS) harus berakhir di penjara dalam waktu lama. Itu karena majelis hakim memvonis ketiga remaja ini selama 2 tahun 9 bulan dan memasukkan mereka ke Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Blitar.

Pada sidang yang digelar tertutup di PN Surabaya itu, majelis hakim yang diketuai Hanung Dwi Wibowo menilai bahwa ketiga remaja itu tak bisa dimaafkan atas perbuatannya mengonsumsi SS.

Ketiga remaja di bawah umur itu ialah AP (17) warga Jalan Petemon Gang I, FDI (16) warga Jalan Wonorejo atau Kedung Anyar Gang 2 dan RFA (16) warga Jalan Kedungdoro Gang 9. Ketiganya duduk di kursi pesakitan setelah terbukti memiliki dua poket SS seberat 0,28 gram.

“Kami menjatuhkan vonis sesuai pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35/2009 tentang Narkotika,” paparnya, Kamis (26/4/2018).

Meski divonis 2 tahun 9 bulan, hukuman mereka lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chalida Hapsari yang meminta mereka dihukum empat tahun penjara.

Pertimbangan hakim adalah karena ketiga remaja ini masih berstatus pelajar, sehingga proses belajar mengajar harus tetap jalan.

“Mereka tak putus sekolah, namun mereka pindah belajarnya di Blitar. Jadi buku-buku pelajaran ditransfer ke sana supaya bisa belajar,” terang penasehat hukum terdakwa, Fariji.

Usai divonis, ketiga remaja itu bergegas ke ruang tahanan sembari menutupi wajahnya dengan tangan dan peci.

Untuk diketahui, ketiga remaja itu ditangkap pada pertengahan Maret lalu. Mereka ditangkap oleh tim Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Ketiganya ditangkap di dua lokasi yang berbeda. AP dan FDI ditangkap di kawasan Jalan Semarang. Saat itu keduanya usai membeli sabu-sabu di Jalan Kunti.

Sedangkan RFA ditangkap di rumahnya, saat menunggu AP dan FDI datang dengan membawa sabu (SS) yang mereka beli secara patungan itu.

Berdasarkan keterangan ketiga terdakwa di sidang sebelumya, mereka mengaku nekat mengkonsumsi SS karena penasaran ingin mencoba saja.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved