Berita Sidoarjo

Begini Kiat Polres Sidoarjo Persiapan Jelang Ramadan dan Arus Mudik  Lebaran 

Di wilayah Sidoarjo, titik rawan macet ada di Jalan Raya Taman, Jalan Raya Waru, dan Jalan Pahlawan.

Begini Kiat Polres Sidoarjo Persiapan Jelang Ramadan dan Arus Mudik  Lebaran 
surya/m taufik
CEK KESIAPAN -  Kaporesta  Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji saat mengecek kesiapan personil dan kendaraan dalam Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Semeru 2018 di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (26/4/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO – Menjelang bulan Ramadan dan arus mudik Lebaran Idul Fitri 2018, petugas kepolisian mulai memetakan daerah-daerah yang biasa menjadi langganan macet dan jalur rawan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, petugas memetakan jalur yang rawan pelanggaran lalu lintas.

Di wiayah  Sidoarjo, titik rawan macet ada di Jalan Raya Taman, Jalan Raya Waru, dan Jalan Pahlawan. Di Taman kerap macet karena jalur utama Surabaya Mojokerto yang padat itu banyak aktivitas keluar masuk perusahaan plus banyak jalur putarbalik.

Sementara Raya Waru, kemacetan biasa terjadi karena volume jalur Surabaya Sidoarjo yang semakin padat lantaran ada keluar masuk bus dari Terminal Purabaya, serta banyaknya aktivitas keluar masuk perusahaan, dan tingginya volume kendaraan yang tidak sebanding dengan lebar jalan.

Sedangkan jalan Pahlawan, kepadatan terjadi akibat banyaknya pertokoan, perkantoran, sekolah, dan sejumlah pusat perbelanjaan di sana. “Jalur-jalur rawan macet ini menjadi salah satu focus utama petugas selama Ops Patuh Semeru 2018 yang digelar hingga 14 hari ke depan,” ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji, di sela apel gelar pasukan Ops Patuh Semeru 2018 di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (26/4/2018).

Fokus lain yang menjadi sasaran utama polisi adalah kawasan rawan kecelakaan. Di Sidoarjo, titik rawan itu terdapat di Jalan Sidorejo Krian dan jalan Raya Balongbendo. Kerawanan di Sidorejo terjadi karena banyaknya kendaraan yang nekat melawan arus, minimnya rambu-rambu, serta kondisi jalan yang banyak gelombang alias rusak.

Di Jalan Balongbendo yang merupakan Jalur Utama Sidoarjo-Mojokerto, kerawanan kecelakaan lalu lintas terjadi lantaran ada penyempitan jalan, median jalan yang lebih tinggi, minimnya penerangan jalan, banyak kendaraan melintas, serta banyaknya kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

“Dalam operasi kali ini, petugas akan lebih banyak melakukan penegakan hukum untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Porsinya, penindakan tegas sebanyak 80 persen dibanding peringatan,” lanjut Kapolres Himawan.

Yang menjadi target operasi adalah pelanggar lalu lintas yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Seperti mengemudi menggunakan HP, berboncengan lebih dari dua, sabuk keselamatan, kendaraan tidak layak jalan, kelengkapan kendaraan, dan sebagainya.

“Dalam Ops Patuh ini, daerah rawan pelanggaran lalu lintas juga menjadi perhatian petugas,” sambung Kabag Ops Polresta Sidoarjo Kompol Edi Santoso.

Lokasi rawan pelanggaran lalu lintas di Sidoarjo, dari hasil pemetaan petugas, antara lain jalan Raya Medaeng hingga Jalan Raya Taman sepanjang 3 kilometer, Jalan Raya Waru khususnya di jembatan layang, dan jalan Raya Porong persisnya di exit tol adan arteri Porong.

Dalam operasi yang digelar selama 14 hari ini, terhitung ada 100 orang personil yang dikerahkan. Selain petugas kepolisian, operasi ini juga didukung oleh personil TNI, Satpol PP dan petugas Dishub Sidoarjo.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved