Liga Champions

Rahasia Sukses Liverpool ke Semifinal, Juergen Klopp: Kami Hormati Lawan tapi Tak Perlu Takut

Banyak yang menyangka Liverpool tidak mungkin sampai pada babak semifinal Liga Champions tahun ini.

Rahasia Sukses Liverpool ke Semifinal, Juergen Klopp: Kami Hormati Lawan tapi Tak Perlu Takut
foto: bolasport.com
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, memeluk Emre Can dalam pertandingan kontra Watford pada lanjutan Liga Inggris di Stadion Vicarage Road, Senin (1/5/2017). 

SURYA.co.id | - Banyak yang menyangka Liverpool tidak mungkin sampai pada babak semifinal Liga Champions tahun ini. Tetapi pelatih mereka Juergen Klopp mampu menjawab semua keraguan itu dengan prestasi. Bahkan Manchester City yang merupan kampiun Primier League mampu dilibasnya. 

Buah hasil kecerdikan polesan mantan Pelatih Borussia Dortmund itu dan mentalitas para pemain hingga tim ini menjajal kemampuan salah satu Tim Serie A AS Roma pada laga leg pertama Semifinal Liga Champions, Rabu (25/4/2018) dini hari.

"Kami harus menghormati lawan tetapi tidak untuk perlu takut, kami tak boleh ceroboh melainkan berani," ucap Klopp.

Pelatih 50 tahun mengklaim bahwa permainan impresif yang ditunjukkan timnya saat ini adalah hasil dari mampu menerapkan filosofi tersebut sejauh ini.

Meskipun demikian, Klopp mengaku bahwa Liverpool bukanlah klub pertama yang melakukannya.

Akan tetapi, hal ini diyakini Eks Pelatih Borussia Dortmund sebagai ungkapan lazim bagi tim mana saja yang ingin untuk terus maju.

Klopp menyatakan bahwa ia kagum terhadap apa yang ditunjukkan oleh timnya tersebut.

"Salah satu dari banyak hal yang saya sukai dari skuat kami adalah mereka berhasil menemukan keseimbangan rasa hormat kepada lawannya," ucap Klopp dikutip BolaSport.com dari laman resmi Liverpool.

"Para pemain menghormati lawannya tanpa merendahkan kemampuan diri sendiri. Kami melakukan apa yang kami bisa, dengan cara yang tak arogan," ucap Klopp menambahkan.

Klopp menyebut untuk sukses dalam ajang seperti Liga Champions tak hanya bermodalkan pemain kelas dunia saja. Namun, mentalitas juga dipandang sebagai sesuatu penting.
 

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved