Berita Pendidikan Surabaya

UNBK SMP Hari Kedua, Soal Matematika Sulit, Siswa Belum Terbiasa dengan Soal HOT

Keluhan siswa dalam mengerjakan UNBK hari kedua, untuk pelajaran Matematika dikarenakan kurang terbiasa dengan soal Higher Order Thinking (HOT).

UNBK SMP Hari Kedua, Soal Matematika Sulit, Siswa Belum Terbiasa dengan Soal HOT
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Foto ilustrasi siswa SMP di Kota Pasuruan menjalani UNBK, Senin (23/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keluhan siswa dalam mengerjakan UNBK hari kedua, untuk pelajaran Matematika dikarenakan kurang terbiasa dengan soal Higher Order Thinking (HOT).

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi mengungkapkan wajar jika siswa merasa soal lebih sulit dari saat tryout.

Pasalnya, tipe  soal HOT memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi karena menuntut kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi.

"Sementara siswa belum terbiasa menghadapi soal-soal HOT saat latihan atau saat pembelajaran," jelasnya pada SURYA.co.id, Selasa (24/4/2018).

Untuk itu, lanjutnya, yang harus dipikirkan adalah  bagaimana dalam proses pembelajaran  anak dilatih dan dibiasakan menghadapi soal-soal bertipe HOT.

Guru dalam mengajar harus mulai menumbuhkan kemampuan HOT siswa. Juga perlu dievaluasi durasi waktu yang lebih panjang untuk ujian. Sehingga siswa lebih bisa berpikir dengan baik untuk menyelesaikan soal yang sulit.

"Kedepan perlu perubahan strategi pembelajaran yang lebih berorientasi HOT, perubahan tipe ujian harian, sumatif, ujian sekolah yang mulai mengenalkan soal-soal HOT, sehingga anak menjadi terbiasa," lanjutnya.

Pembelajaran soal HOT perlu diintensifkan lagi untuk melatih guru mengajar dengan HOT, termasuk pola-pola bimbelnya.

"Saya pikir hanya karena belum terbiasa aja, soal kemampuan saya yakin anak Surabaya mampu kalau diajarkan dan dibiasakan," pungkasnya.

Kesulitan mengerjakan soal UNBK hari kedua ini juga disampaikan siswa SMPN 28 Surabaya yang sempat berkomentar di akun instagram Dindik Kota Surabaya.

Siswa yang enggan disebut namanya ini mengungkapkan soal ujian hampir sama dengan soal latihan yang diberikan guru.

"Tetapi soalnya dipersulit dan dirumit - rumitin jadi bacanyaa tuh harus berulang kali dan belum ngitung, waktunya nggak cukup," tulisnya.

Ia mengungkapkan dari 40 soal terdapat dua soal yang membutuhkan perhitungan panjang. Dengan kerumitan soal tersebut, menurutnya ia menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakan dua soal tersebut.

"Soalnya memang susah, karena soal lainnya kebanyakan ngakal jawaban,"candanya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help