Berita Magetan

Sopir Bus Terguling di Tanjakan Kuren Magetan Ditetapkan Tersangka

Kecelakaan itu terjadi setelah sopir berusaha memindah perseneling dari tiga ke dua, mendadak bus tidak berjalan maju malah melorot turun menyamping.

Sopir Bus Terguling di Tanjakan Kuren Magetan Ditetapkan Tersangka
surya/doni prasetyo
Kapolres Magetan AKBP Muslimin memberikan keterangan pers dan menghadirkan tersangka Ngadiyanto (60) sopir bus yang guling di tanjakan Turen, Kelurahan Dadi, Kabupaten Magetan, Minggu (22/4). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Polres Magetan menetapkan Ngadiyanto (60), pengemudi bus mini AE 7059 M yang terguling di tanjakan Kuren, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, hingga menyebabkan tiga penumpangnya meninggal dunia itu, sebagai tersangka.

"Ada indikasi kecelakaan yang menyebabkan meninggalnya tiga penumpang bus itu karena human error (kesalahan manusia)," kata Kapolres Magetan AKBP Muslimin, Senin (23/4/2018).

Kendati demikian, polisi hingga kini masih terus melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) dan penelitian bus naas itu.

"Kalau kecelakaan itu disebabkan karena kondisi kendaraan, bus mini itu barusan menjalani uji kiir, juga menurut kami kondisi kendaraan sangat prima," sambungnya.

Saat ini, lanjut Muslimin, Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan akan membangun guard rail (pagar pengaman) dilokasi itu, dan juga menambah rambu lalu lintas yang sudah ada.

"Guard rail selama ini sudah ada, tapi di tahun anggaran ini akan ditambah termasuk penambahan rambu rambu lalu lintas," ujarnya.

Menurut Muslimin, kecelakaan itu terjadi setelah sopir berusaha memindah gigi perseneling dari tiga ke dua, mendadak bus tidak berjalan maju malah melorot turun menyamping.

"Mesin bus tidak mati, tapi pengemudi gagal pindah perseneling dari tiga ke dua. Pada saat berusaha memindahkan gigi perseneling itu, bus melorot ke samping dan masuk jurang," ungkapnya.

Dalam kecelakaan itu, tiga orang meninggal, satu di antaranya ibu dan anak. Ketiga korban meninggal yaitu Rima Irawati/ Ipah(36) dan anaknya Fania Febriyani (4) warga RT3/RW4 Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, dan Sri Utami/ Tamini (46) janda dua anak.

Sebenarnya, korban meninggal Rima Irawati dan anaknya Fania Febriyani mengikuti rekreasi itu bersama Sunarti, nenek dari ibu Fania. Dalam kecelakaan itu, Sunarti tidak mengalami luka sedikit pun.

Akibat kecelakaan yang menghilangkan tiga nyawa itu, Ngadiyanto (60) yang warga Desa Tunjungan RT5/RW1, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, diancam hukuman enam tahun penjara dan denda paling banyak Rp 12 juta.

"Tersangka kami jerat pasal 310 (4) UULAJ nomor 22 tahun 2009 tentang Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) yang menyebabkan orang lain meninggal dunia," pungkasnya.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help