Berita Probolinggo

Komunitas 5:am Photography Probolinggo, Bawa Misi Konservasi Satwa Lewat Bingkai Foto

Hendra dan komunitasnya membawa misi. Apa yang dilakukannya diharapkan bisa memberikan edukasi ke masyarakat tentang keanekaragaman hayati.

Komunitas 5:am Photography Probolinggo, Bawa Misi Konservasi Satwa Lewat Bingkai Foto
surya/galih lintartika
Anggota Komunitas 5:am Photography saat hunting foto satwa di Probolinggo. 

Adzan subuh baru saja berkemundang. Tampak enam orang yang tergabung dalam komunitas 5:am Photography bergegas menuju musala untuk melaksanakan salat subuh. Setelah salat, mereka tampak sibuk menata kamera, lensa, dan beberapa perlengkapan memotret mereka.

Mereka inilah komunitas atau kumpulan pecinta fotografi di Probolinggo. Nama 5:am Photography ini diambil karena kebiasaan mayoritas anggota komunitas ini yang suka hunting mulai pukul 05.00 WIB. Selain itu, anggotanya pun hanya enam orang. Mereka adalah Djoko Prasetio, Hendra Prasetyo, Uuk, Sol, Inung, dan Zulkarnaen.

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Hari itu, Hendra dkk mau hunting di Desa Penambangan , Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Mereka mengejar beberapa burung yang informasinya sering mampir di kawasan ini.

Informasi itu, membuat mereka penasaran dan tertantang untuk menunggu kehadiran burung - burung unik itu.

Namun, tujuan itu tak bisa dilaluinya dengan mudah. Keenam orang ini harus berjalan untuk bisa sampai ke lokasi tambak dan mangrove yang informasinya sering disinggahi burung-burung dari berbagai jenis yang memiliki keunikannya sendiri.

Sekadar diketahui, komunitas ini menganut paham wild life fotografi. Bagi mereka, jalur wildlife fotografi ini lebih menantang dan laki.

Sulitnya untuk mendapatkan objek foto satwa di alam liar membuat genre ini terbilang masih minim peminat, khususnya di Indonesia. Namun, itu tidak menjadi penghalang bagi anggota komunitas ini.

Wildlife ini adalah genre yang mendokumentasikan berbagai bentuk dan perilaku satwa liar di habitat alami mereka.

Seperti cara makan, cara berkomunikasi sampai cara mereka berkembang biak. Oleh sebab, untuk bisa memotretnya secara langsung harus benar-benar berada di alam liar agar mendapatkan gambar satwa liar yang maksimal.

Mulai menjelajah gunung, hutan, menyisiri areal mangrove atau pesisir, keluar masuk perkebunan rakyat atau bahkan di taman kota. Tergantung hunting foto satwa liar jenis apa, mamalia, burung, amfibi, primata, serangga atau kehidupan bawah air yang dibutuhkan.

Halaman
1234
Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help