Pilpres 2019

Ditanya Siapa Capres yang Didukung PAN, Zulkifli Hasan Minta Kader Sabar

Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan meminta kader dan simpatisan partai menunggu tanggal main pengumuman capres yang bakal diusung.

Ditanya Siapa Capres yang Didukung PAN, Zulkifli Hasan Minta Kader Sabar
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Zulkifli Hasan saat bersama Khofifah Indar Parawansa di Kediri, Senin (23/4/2018). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan meminta kader dan simpatisan partai untuk menunggu tanggal main pengumuman calon presiden yang bakal diusung PAN.

"Untuk berkoalisi serahkan kepada ketua umum. Nanti saya akan konsultasi dengan Pak Amin dan Mas Sutrisno Bachir," ungkap Zulkifli Hasan saat acara Cangkruk Bareng Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kediri, Senin (23/4/2018).

Diungkapkan Zulkifli Hasan, untuk mengajukan menjadi capres, salah satu syaratnya adalah menghimpun 20 persen kursi di DPR. 

Zulkifli Hasan menyebutkan usai Lebaran mendatang bakal ada pertemuan penting dengan partai lain untuk berkoalisi.

"Kami masih terbuka bisa kemana saja," ungkapnya.

Ditegaskan Zulkifli Hasan, suara PAN bakal sangat menentukan politik di Indonesia. Untuk itu umat Islam harus bersatu.

"Jangan sampai kita mau diadu domba seperti zaman penjajah Belanda. Kita harus bersatu dan bangkit," tegasnya.

Menurut Zulkifli, kemajuan suatu bangsa tergantung siapa yang mengurus negara.

"Kalau kabupaten diurus yang tidak kuat agamanya dia tidak cinta pada ulama. Demikian pula provinsi yang mengurus kurang ilmunya tidak akan berkembang dengan baik," ungkapnya.

Zulkifli kemudian memberikan contoh dua negara Korea, yakni Korea Utara dan Korea Selatan. "Korea Selatan diurus orang pintar. Sementara Korea Utara begitulah kondisinya," ungkapnya.

Sehingga Korea Selatan menjadi negara yang sangat maju. Malahan saat ini produk yang kita pakai merupakan produk Korea Selatan.

"Provinsi Jatim akan maju kalau diurus dengan benar," tambahnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help