Pilkada 2018

Kunjungi Sentra Bordir Tulungagung, Khofifah Komitmen Dorong Pengembangan Kampung Bordir

Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke sentra kampung bordir di Desa Kates Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung.

Kunjungi Sentra Bordir Tulungagung, Khofifah Komitmen Dorong Pengembangan Kampung Bordir
surya/fatimatuz zahro
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke sentra kampung bordir di Desa Kates Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, Minggu (22/4/2018). 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke sentra kampung bordir di Desa Kates Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, Minggu (22/4/2018).

Berbeda dengan sentra usaha batik di Probolinggo yang sudah sempat dikunjungi oleh Khofifah, sentra usaha bordir di Desa Kates ini sudah lebih maju.

Warga kampung ini tak lagi menggunakan tenaga manual. Mela]nkan sudah menggunakan teknologi mesin bordir. Yang membuat kapasitas produksi lebih banyak dan memiliki standar kualitas teruji.

Khofifah sempat takjub lantaran sentra usaha bordir di Desa Kates ini produksinya besar. Hasil produksi kampung bordir Kates ini banyak dikirim di Bali dan juga Kalimantan.

Didik Prakarana, pemilik UD Hasna Bordir, mengaku usaha bordir miliknya memiliki mesin bordir sebanyaj enam unit. Masing-masing alat bekerja selama 24 jam.

"Dulu kami pakai manual bordir, membuat kebaya. Namun kmi beralih ke mesin dan banyak orderan mayoritas ke Bali menbuat stelan kain seperri songket. Itu ngerjalannya satu stel kainnya saja butuh waktu 18 jam," ucap Didik.

Dengan adanya peralihan usaha bordir manual menjadi mesin dampaknya memang cukup terasa. Yaitu adanya tenag kerja yang jadi pengangguran. Didik misalnya, saat usaha bordirnya masih manul ia memiliki 50 tenaga kerja.

"Sekarang sudah tinggal 15 orang saja," kata Didit. Sebab mesin bordir yang per unitnya dibeli dengan harga Rp 300 juta itu sangat meringankan pekerja.

Mereka, para pekerja cukup mengawasi dan mengatur mesin. Desainpun hanya tinggal input ke komputer yang konek sengan lat, maka proses bordir sudah berjalan. Tingga memasang benang dan mengawasi jalannya bordir.

"Masukan untuk bu Khofifah adalah semoga bisa memerhatikan kami. Mislnya diberi atimulan, karena perawatan mesinnya ini cukup rumit," katanya.

Khofifah mengaku mendukung penuh usaha bordir di Desa Kates ini. Apa yang diinginkan oleh kampung ini adalah kemajun UMKM dan usaha bermasyaakat.

Dalam naw bhakti satya terdapat program Jatim Berdaya. "Kami mendorong ekonomi kerakyatan dengan basis UMKM, dan juga koperasi," kata Khofifah. Salah satu progamnya Jatim Berdaya ini termasuk Communal Branding untuk UMKM.

Khofifah menyempatkan diri memborong kain bordir dari Desa Kates. Ia menyebut bahwa setiap belanja kain, ia lebih suka dengan makna filosifisnya.

"Hampir semuanya, saya kalau beli kain, yang lama itu meminta diceriain historis dan filosofis makna dari bordirannya atau gambarnya, ini tadi juga begitu," pungkas Khofifah.

Ia berharap ke depan usaha ini bisa semakin berkembang. Dan bis menjadi sentra ekonomi pendorong kemajuan Jawa Timur.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help