Pilkada 2018

Khofifah Indar Parawansa Sebut Peran Perempun di Politik Masih Kurang

Peran wanita di era moderen memang sudah sangat maju. Namun yang masih kurang adalah peran perempuan di dunia politik.

Khofifah Indar Parawansa Sebut Peran Perempun di Politik Masih Kurang
SURYA Online/Fatimatuz Zahro
Cagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memegang buku yang dijual di Kampung Ilmu, Jalan Semarang, Surabaya, Sabtu (21/4/2018). Foto istimewa 

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon Gubernur Jawa Timur nomor 1, Khofifah Indar Parawansa, mendorong peningkatan peran perempuan dalam akses sisi politik.

Hal itu disampaikan Khofifah usai menghadiri acara bersama kader posyandu dan kader lansia, di Kampung Ilmu, Surabaya, Sabtu (21/4/2018).

Sebagaimana dikatakan Khofifah saat ini peran wanita di era moderen memang sudah sangat maju. Namun yang masih kurang adalah peran perempuan di dunia politik.

"Peran perempuan Indonesia saat ini sudah maju terutama setelah ada undang-undang yang memberikan afirmasi berupa kuota sebesar 30 persen di DPRD, sayangnya ini masih belum tercapai," kata Khofifah.

Untuk itu masih dibutuhkan ikhtiar di internal perempuan. Terutama bagaimana mengautkn akses perempuan di sisi politik.

Sebab menurut Khofifah mobilitas politik itu penting. Semua kebijakan di seluruh sektor yang strategis berawal dari peraturan daerah. Yang menyusun adalah lembaga legislatif pembuat perda.

Dikatakan Khofifah penyusunan anggaran berawal dari APBD yang disahkan di legislatif. Begitu juga dengan APBN dan juga undang undang.

Oleh sebab itu menurut cagub yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Nasdem dan Partai Hanura ini, untuk memenuhi kuota 30 persen tersebut nyatanya bukan urusan sederhana.

"Maka menurut saya saat ini masih revelan jika kita bicara afirmasi perempuan," imbuh Khofifah.

Dia sendiri sebagai politisi mengaku banyak suka duka. Namun tekad kuat untuk memperjuangkan hak perempuan, memerjuangkan kesejahteraan wanita dan lansia dan juga warga miskin menutup dukanya selama bergelut di politik.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved