Dua Penyebab Dirut Pertamina yang Baru 13 Bulan Menjabat Tiba-tiba Dicopot Menteri BUMN

Dua penyebab ini diduga menjadi alasan Dirut Pertamina yang baru 13 bulan menjabat tiba-tiba dicopot Menteri BUMN.

Editor: Tri Mulyono
TRIBUNNEWS
Elia Massa Manik 

SURYA.CO.ID, JAKARTA -  Elia Massa Manik sebelumnya menjabat sebagai pemimpin perusahaan perkebunan BUMN, PT Perkebunan Nusantara III (persero) sejak 2016 yang juga merupakan holding BUMN perkebunan.

Selama menjabat, Elia Massa Manik dianggap sukses menjalankan restrukturisasi dengan memangkas jumlah direksi PTPN menjadi maksimal hanya tiga orang.

Sebelumnya, satu perusahaan PTPN dapat mempunyai empat sampai lima direktur

Elia Massa Manik kemudian terpilih menjadi Direktur Utama Pertamina sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina yang digelar 16 Maret 2017 di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Namun, Menteri BUMN Rini Soemarno mendadak mencopotnya.

Elia Massa Manik diberhentikan sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) di masa jabatannya yang baru 13 bulan sejak Maret 2017 lalu.

Pemberhentian tersebut berlaku mulai hari ini, Jumat (20/5/2018) sesuai dengan Surat Keputusan 39 yang dikeluarkan Menteri Badan Usaha Dan Milik Negara (BUMN).

Selain karena faktor holding migas, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno memaparkan pencopotan juga dikarenakan rangkaian permasalahan yang terjadi pada perusahaan berplat merah itu.

Permasalahan tersebut mulai dari sempat terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

"Kondisi yang disampaikan itu nomor satu holding migas, nomor dua kemudian kelangkaan BBM, kemudian kilang," ungkap Fajar Harry saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2018).

Fajar Harry menjelaskan keputusan adanya pergantian ini berdasarkan keputusan komisaris yang mempertimbangkan kondisi perusahaan.

"Komisaris memberi pertimbangan, saya kira itu," tutur Fajar Harry.

Selain Elia Massa Manik, Kementerian BUMN juga melakukan perombakan sejumlah direksi seperti Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama Pertamina.

Kemudian Direktur Pengolahan yang sebelumnya dijabat Toharso juga digantikan oleh Budi Santoso Syarif.

Muchamad Iskandar yang kemarin menjabat sebagai Direktur Marketing Korporasi digantikan oleh Basuki Trikora Putra.

Direktur Manajemen Aset yang sebelumnya dijabat M Haryo Junianto digantikan oleh Dwi Daryoto.

Direktur Mega Proyek Ardhy N. Mokobombang juga dicopot dan digantikan oleh Heru Setiawan.

Kemudian jajaran baru berikutnya adalah Gandhi Sriwidjojo yang menjabat sebagai Supplychain Infrastruktur Logistik dan Direktur Marketing Ritel diemban oleh Masud Hamid.(tribunnews/Apfia Tioconny Billy)




Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved