Berita Mojokerto

Sah, Ini Jumlah Daftar Pemilih Tetap di Kota Mojokerto

Rekapitulasi DPS ke DPT ini sempat terkendala banyaknya Nomer Induk Kependudukan (NIK) calon pemilih yang kembar atau Nik ganda.

Sah, Ini Jumlah Daftar Pemilih Tetap di Kota Mojokerto
surya/mohammad romadoni
Saiful Amin Sholihin, Ketua KPU Kota Mojokerto 

SURYA.co.id I MOJOKERTO - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Mojokerto menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) menjelang Pilkada 2018, yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto.

Pengumuman jumlah DPT tersebut disaksikan oleh masing-masing perwakilan tim pemenang pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto, Panwaslu, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan sejumlah institusi hukum, di aula rumah makan Jimbaran Jalan Raya Brangkal, Meri, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, Kamis (19/4/2018).

Ketua KPUD Kota Mojokerto, Saiful Amin Sholihin, menuturkan agenda rapat pleno ini untuk menjabarkan hasil perbaikan rekapitulasi dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) ke DPT. Pemutahiran data DPT tersebut merupakan hasil dari rekapitulasi oleh petugas PPS/PPK.

"Jumlah total DPT pada pemilu ini meningkat menjadi 96.132 orang," kata Saiful.

Saiful memaparkan runcian DPT per titik mulai dari Kecamatan Prajurit Kulon jumlah Kelurahan enam terdiri dari 63 TPS, jumlah pemilih laki-laki 13.600, wanita 13.965, total 27.565 orang.

Kecamatan Magersari, jumlah Kelurahan enam terdiri dari 95 TPS, jumlah pemilih laki-laki 20.281, wanita 21.426, total 41.707 orang.

Kecamatan Kranggan jumlah Kelurahan enam terdiri dari 61 TPS, jumlah pemilih laki-laki 13.054, wanita 13.806, total 26.860 ribu.

Adapun jumlah keseluruhan yakni 18 kelurahan, 219 TPS, pemilih laki-laki 46.935, perempuan 49.197, total 96.132.

"Penetapan DPT ini sudah final," sambungnya.

Rekapitulasi DPS ke DPT ini sempat terkendala banyaknya Nomer Induk Kependudukan (NIK) calon pemilih yang kembar atau Nik ganda.

Namun permasalahan itu telah dikoordinasikan bersama Dispendukcapil untuk memastikan NIK yang sebenarnya.

"Ada juga DPS yang tidak memenuhi syarat sehingga tidak dapat ditetapkan sebagai DPT. Rata-rata persoalan yakni NIK ganda dan pindah domisili," paparnya.

"Untuk DPT sudah tetap, kalau jumlah pemilih kemungkinannya itu bisa bertambah," imbuhnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved