Berita Blitar

Temuan Kasus HIV/Aids Cenderung Naik, Dinkes Kota Blitar Klaim Sistem Pelayanan Makin Baik

Dinkes Kota Blitar mengklaim meningkatnya temuan kasus itu karena sistem pelayanan HIV/Aids di Kota Blitar sudah berjalan dengan baik.

Temuan Kasus HIV/Aids Cenderung Naik, Dinkes Kota Blitar Klaim Sistem Pelayanan Makin Baik
surya/samsul hadi
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Harni Setyorini 

SURYA.co.id | BLITAR - Jumlah temuan kasus HIV/Aids di Kota Blitar cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengklaim meningkatnya temuan kasus itu karena sistem pelayanan HIV/Aids di Kota Blitar sudah berjalan dengan baik.

"Jumlah temuan kasus HIV/Aids memang cenderung naik dari tahun ke tahun. Itu berarti pelayanan kami berjalan baik untuk menemukan kasus HIV/Aids secara dini agar mudah penanggulangannya," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Harni Setyorini, Rabu (18/4/2018).

Data dari Dinkes Kota Blitar menyebutkan jumlah temuan kasus HIV/Aids mengalami peningkatan sejak 2014 sampai 2017.

Pada 2014 ditemukan enam kasus, 2015 ditemukan 24 kasus, 2016 ditemukan 27 kasus, dan 2017 ditemukan 29 kasus. Pada Januari-April 2018 ditemukan dua kasus HIV/Aids baru.

Sedangkan jumlah total akumulasi kasus HIV/Aids mulai 2004 sampai 2018 mencapai 144 kasus. Dari total itu, orang dengan HIV/Aids (ODHA) yang masih hidup 82 orang.

Jenis kelamin ODHA didominasi pria dengan jumlah 100 orang dan ODHA perempuan hanya 44 orang. Usia ODHA kebanyakan usia produktif mulai 21 tahun sampai 35 tahun.

Harni mengatakan sejak 2015, Dinkes berupaya menemukan kasus HIV/Aids secara dini. Dinkes mulai membuka pelayanan pemeriksaan HIV/Aids di Puskesmas Kepanjenkidul pada 2015. Lalu diikuti dua puskesmas lain di Kota Blitar.

Pada 2016, giliran rumah sakit umum daerah yang membuka pelayanan pemeriksaan HIV/Aids. Kemudian disusul lima rumah sakit swasta yang ada di Kota Blitar. Sekarang pelayanan pemeriksaan HIV/Aids sudah bisa dilakukan di tiga puskesmas, satu RSUD, dan lima rumah sakit swasta di Kota Blitar.

"Bagi warga Kota Blitar bisa mendapatkan pelayanan pemeriksaan HIV/Aids secara gratis. Kami mengimbau masyarakat yang berisiko tertular HIV/Aids agar periksa ke puskesmas maupun rumah sakit," ujar Harni.

Dikatakannya, Pemkot Blitar sedang gencar melaksanakan program pengendalian HIV/Aids. Ada tiga strategi untuk menjalankan program pengendalian HIV/Aids.

Yakni, temukan, obati, dan pertahankan atau disebut TOP. Strategi ini untuk mencapai sasaran agar tidak ditemukan infeksi baru HIV/Aids, tidak ada kematian disebabkan HIV/Aids, dan tidak ada stigma buruk terhadap ODHA.

"Kami juga koordinasi dengan bagian kesmas untuk melakukan parenting di SD. Itu juga bagian pencegahan HIV/Aids sejak dini," kata Harni.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved