Lapor Cak

Waspadai Modus Kejahatan Anak Dipaksa Mengakui Hal yang Tak Mereka Lakukan

Aksi kejahatan dengan modus menuduh korbannya melakukan pemukulan dan hal jahat lainnya kembali marak. Waspadalah!

Waspadai Modus Kejahatan Anak Dipaksa Mengakui Hal yang Tak Mereka Lakukan
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Adelina Sulistyoningsih, Koordinator Sanggar Arek Surabaya (Arbaya) mengeluhkan kejadian menakutkan yang dialami tiga murid laki-lakinya.

Kejadian menakutkan itu terjadi saat anak-anak Sanggar Arbaya pulang latihan di Balai Pemuda, Surabaya, sekitar pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.

Ade menceritakan, tiga dari muridnya secara bergantian dihampiri dua orang laki-laki tak dikenal mengendarai sepeda motor.

"Salah satu anak sanggar cerita, waktu dia pulang latihan dan menunggu jemputan di pintu masuk Balai Pemuda, dihampiri 2 orang laki-laki. Mereka mengendarai sepeda motor, turun sepeda langsung menghampiri dia, posisinya saat itu sendirian. Di situ dua pria tersebut langsung pasang wajah marah dan menuduh anak sanggar itu mencuri ponsel adik mereka," kata Ade memulai cerita, Senin (16/4/2018).

Setelah diminta mengakui hal yang tidak mereka lakukan, dua pria itu memaksa korban untuk ikut naik sepeda motor.

"Bilangnya 'ayo ikut, kami temukan dengan adik saya' tapi untungnya anak ini menolak dan menghindar. Sampai akhirnya orangtuanya datang menjemput,  dua orang ini lantas pergi menjauh," lanjutnya bersyukur tidak terjadi apa-apa pada murid sanggarnya.

Ade mengaku kejadian itu bahkan berulangkali, total 3 kali anak sanggar Arbaya mengaku mengalami hal serupa.

"Alhamdulillah gak ada yang percaya. Semenjak kejadian itu anak-anak saya pesan semua untuk tidak menunggu di luar Balai Pemuda, sampai jemputan datang. Saya juga meminta pihak keamanan Balai Pemuda memberikan perhatian, jika ada anak yang menunggu di pintu masuk Balai Pemuda (dekat dengan kantor DPRD Kota Surabaya)," terangnya.

Perempuan berkerudung ini mengaku merasa tidak tenang jika kejadian ini berulangkali terjadi. Apalagi jika sampai korbannya menimpa anak-anak sanggar, khsusus anak perempuan.

"Saya berharap sih pihak keamanan di wilayah Balai Pemuda ditingkatkan lagi. Terlebih kawasan ini sedang dalam pembangunan dan dipastikan dalam waktu dekat akan ramai pengunjung khususnya anak-anak," tutupnya.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help