Surya/

Berita Gresik

Semangat Kartinian, Ibu-Ibu di Gresik Deklarasi Bebas Korupsi

momentum Hari Kartini 21 April mendatang, menjadikan semangat ibu-ibu Gresik untuk memerangi korupsi.

Semangat Kartinian, Ibu-Ibu di Gresik Deklarasi Bebas Korupsi
surya/sugiyono
Ajeng Wirdhaningsih pengurus Spak Pusat memberikan mainan tentang anti korupsi kepada wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim, Selasa (17/4/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman ( Formagam) yang tergabung dalam organisasi Spak (Saya perempuan anti korupsi) mendeklarasikan diri melawan korupsi. Ibu-ibu bisa menyampaikan kepada anak-anak jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Deklarasi melawan korupsi dilakukan di gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik dihadiri Wakil Bupati Mohamad Qosim dan Ketua Forum Kerukunan antarUmat Beragama (FKUB) Kabupaten Gresik Muhammad Toha.

Dalam kesempatan itu, Toha mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya raya sehingga tidak akan habis untuk dikuasai oleh sekelompok orang. Kekayaan itu di antaranya, kekayaan budaya, bahasa, suku, pulau dan keragaman.

"Keragaman ini juga kekayaan Indonesia, sehingga harus dijaga dengan persatuan dan kesatuan menjaga negara kesatuan republik Indonesia. Caranya dengan tidak korupsi," kata Toha, Selasa (17/4/2018).

Sementara Ketua Spak Kabupaten Gresik, Tyas Hargyantiningsih, menambahkan deklarasi ini untuk memerangi korupsi melalui diri sendiri.

Oleh karena itu, Tyas menegaskan bahwa momentum Hari Kartini 21 April mendatang, menjadikan semangat ibu-ibu untuk memerangi korupsi.

"Yang paling utama dan pertama mendidik anak, seharusnya diberi perilaku anti korupsi. Contohnya, dengan keuangan di rumah, digunakan untuk apa? Dan tidak mencontek di sekolah," kata Tyas Hargyantiningsih, warga Perumahan Pongangan Indah (PPI) Kecamatan Manyar.

Sementara, Wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim mengatakan bahwa peranan Ibu-ibu sangat menentukan dalam rumah tangga sehingga perlu adanya komunikasi dan kerjasama.

"Banyak Ibu-ibu yang sukses dalam menanamkan karakter perbuatan anti korupsi mulai sejak dini. Sehingga bisa berpartisipasi membangunkan bangsa yang bermartabat tanpa korupsi," kata Qosim.

Penulis: Sugiyono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help