Berita Malang Raya

Plesir ke Kebun Teh Bersama Teman Wanitanya, Suliono Tewas Disambar Petir

Seorang pria di Malang tewas tersambar petir saat plesir ke kebun teh bersama teman wanitanya. Begini kronologinya.

Plesir ke Kebun Teh Bersama Teman Wanitanya, Suliono Tewas Disambar Petir
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | MALANG - Nasib apes dialami Suliyono (35) warga Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Selasa (17/4/2018) sore dia tewas tersambar petir saat plesir ke kawasan kebun teh Wonosari di Kecamatan Singosari, kabupaten Malang. 

Kapolsek Singosari, Kompol Untung Bagyo Riyanto melalui Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni menjelaskan, kejadian tersebut berawal dari korban bersama teman wanitanya sedang berwisata di kawasan kebun teh.

Mereka berdua duduk santai sambil ngobrol di pinggiran bangunan bak penampungan air. Sedang asyik bersantai, hujan deras tiba-tiba turun disertai petir menyambar di kawasan perkebunan teh tersebut.

"Keduanyapun berteduh di bawah pohon mahoni yang ada di dekat tempat bersantainya," kata Farid Fathoni, Selasa (17/5) malam.

Saat berteduh tersebut, menurut Farid Fathoni, tiba-tiba petir menyambar pohon mahoni.

Listrik dari petir itupun merambat ke batang pohon dan menyambar tubuh korban yang ada di bawahnya.

Seketika itu juga korban terjatuh dan meninggal dunia.

Sedangkan teman wanita korban meski tidak ikut tersambar petir langsung pingsan.

Setelah sadar teman wanita korban menangis dan meminta pertolongan.

Teriakan permintaan tolong itupun didengar sejumlah petugas keamanan kebun teh yang langsung datang ke lokasi. Kejadian itupun dilaporkan ke kantor perkebunan teh yang meneruskan laporan ke Polsek Singosari.

"Menerima laporan kejadian, jajaran Polsek Singosari langsung datang ke lokasi," ucap Farid Fathoni.

Jajaran Polsek, ungkap Farid Fathoni, melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban yang meninggal dunia tersambar petir dan melakukan olah TKP. Tubuh korbanpun selanjutnya di evakuasi ke RSUD Lawang untuk dilakukan visum.

"Setelah itu jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," tutur Farid Fathoni. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help