Berita Blitar

Pemkot Blitar Dorong OPD Buat Website untuk Update Data-Data Ini

Website di OPD Pemkot Blitar belum mempublikasikan data masalah sosial dan kemasyarakatan.

Pemkot Blitar Dorong OPD Buat Website untuk Update Data-Data Ini
surya/samsul hadi
Suasana rapat pembahasan updating data bidang sosial kemasyarakatan di Kota Blitar 2018 di Pemkot Blitar, Selasa (17/4/2018). 

SURYA.co.id | BLITAR - Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Blitar didorong untuk memiliki laman atau website resmi. Laman itu tidak hanya berfungsi sebagai profil OPD, tetapi juga untuk mempublikasi data masalah sosial kemasyarakatan di Kota Blitar.

Hal itu disampaikan Kasubag Pendidikan, Kesehatan, Sosial, dan Kebudayaan Sekretariat Daerah Kota Blitar, Anang Setiawan, dalam rapat updating data bidang sosial kemasyarakatan Kota Blitar 2018, Selasa (17/4/2018).

Rapat itu diikuti perwakilan sejumlah OPD dan kelurahan di Kota Blitar. Anang mengatakan ke depan semua data soal warga miskin, pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya harus terintegrasi.

Data itu terkumpul dalam satu aplikasi yang bisa diakses semua OPD.

"Kalau ada OPD yang butuh informasi soal data tinggal mengakses aplikasi itu," kata Anang.

Anang juga mendorong OPD juga mengupdate data secara online. Untuk itu, setiap OPD harus memiliki aplikasi atau website untuk mengupdate data masalah sosial kemasyarakatan. Data di tiap OPD itu disinkronkan dengan aplikasi di Pemkot Blitar.

"Kami minta tiap OPD mengalokasikan anggaran untuk membuat website. Terutama di kelurahan, karena kelurahan merupakan ujung tombak yang paham data di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Konsultan statistik dari PT Cemerlang Statistika Indonesia, Lussi Agustine mengatakan integrasi data masalah sosial kemasyarakatan di daerah memang dibutuhkan.

Data masalah sosial kemasyarakatan harus tersimpan dalam sebuah aplikasi secara online. Dengan begitu semua OPD bisa mengakses data di aplikasi itu.

"Kalau sudah terintegrasi dalam aplikasi, ketika ada pergantian pemimpin data itu tetap tersimpan rapi. Kalau butuh sewaktu-waktu tinggal mengakses aplikasi itu," katanya.

Dikatakannya, saat ini, di masing-masing OPD sebenarnya sudah memiliki website. Tetapi, fungsi website lebih pada untuk mempublikasikan profil di masing-masing OPD. Website di OPD belum mempublikasikan data masalah sosial dan kemasyarakatan.

"Harapannya, tiap OPD memilik aplikasi maupun website untuk mengupdate data soal sosial dan kemasyarakatan," ujarnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved