Pilkada 2018

Khofifah Ingin Ada Penyediaan Rumah Singgah Lebih Banyak untuk Penderita Kanker

Air mata Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengalir saat menyapa anak-anak penderita kanker.

Khofifah Ingin Ada Penyediaan Rumah Singgah Lebih Banyak untuk Penderita Kanker
surya/fatimatuz zahro
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa menyapa anak-anak penderita kanker dan tumor di Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Selasa (17/4/2018). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Air mata Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa tak terbendung saat menyapa anak-anak penderita kanker dan tumor yang ada di Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Selasa (17/4/2018).

Ia merasa terharu melihat semangat dan perjuangan anak anak penderita kanker beserta orang tua yang kini ada di YKAKI Jalan Karangmenjangan No 5 Surabaya.

Kevin Alvaro, bocah berusia empat tahun yang sedang berupaya untuk bisa sembuh, ia pangku dalam pelukannya. Sesekali ia bertanya tentang cita-cita yang dimiliki bocah asal Jember itu.

"Wah hebat, cita-citanya ingin jadi Polisi. Semoga cita-citamu terkabul ya sayang," ucap Khofifah pada Kevin yang sudah satu tahun tinggal di YKAKI itu.

Tak hanya pada Kevin, semua anak di YKAKI ia ajak berinteraksi. Begitu juga dengan para orang tua yang sabar menunggui anak-anaknya berobat. Ada yang berasal dari Sumenep, Kangean, Jember, Mojokerto, juga Trenggalek.

"Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya. Maka harus berobat ya nak. Kalian semua harus semangat, orang tua harus semangat," ucap wanita yang juga mantan Menteri Sosial dan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini memberi motivasi.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan rumah singgah ini terbilang cukup bagus untuk menampung anak-anak yang sedang menderita kanker dan tumor. Terlebih di YKAKI ini juga memiliki fasilitas belajar, bermain dan juga saling memotivasi antar survivor.

"Harapan saya Pemprov bisa menyiapkan temat serupa, meski tidk seindah yang di sini. Tempat ini dikelola oleh privat sector namun layanannya sangat komprehensif dan rapi juga bersih," ucap Khofifah.

Khofifah mengatakan saat masih menjadi Menteri Sosial ia banyak menemukan masyarakat yang memiliki BPJS namun tetap membutuhkan layanan rumah tinggal lantaran pengobatan terkadang butuh waktu berhari-hari.

"Tidak semua pasien saat berobat memiliki kerabat di dekat rumah sakit, juga tak semua memiliki uang untuk kontrak. Sebetulnya rumah singgah yang memberikan layanan terpadu seperti ini penting sekali," tegasnya.

Rumah singgah ini bahkan memberikan layanan menginap gratis selama berobat, memenuhi kebutuhan makan, dan juga kebutuhan perawatan tambahan yang tidak tercover BPJS.

Usai mendengar banyak cerita dari YKAKI, ia mencatat beberapa poin. Bahwa di rumah singgah bukan hanya sebagai tempat singgah selama berobat.

Melainkan memberikan edukasi perawatan after care atau setelah masa penyembuhan. Sebab kanker atau timor kerap kambuh kembali jika perawatan after care tidak dilakukan secara baik dan benar.

"Nah catatannya, kalau sudah selesai maka saat pulang harus ada rumus-rumus yang diinfokan pada orang tua atau pemderita, proses kurarif dam rehabilitatif memerlukan treatmen tertentu," tegasnya.

Berikut videonya:

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help