Kesehatan

Buah Pare Bermanfaat Untuk Penderita Diabetes. Riset Mahasiswa UKWMS ini Buktinya

Terkenal sebagai salah satu bahan pangan yang pahit, buah pare memiliki manfaat penting bagi pengidap diabetes.

Buah Pare Bermanfaat Untuk Penderita Diabetes. Riset Mahasiswa UKWMS ini Buktinya
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Felicia Tjokroaminjaya dan Adytya Dewanti, dua mahasiswa UKWMS yang melakukan riset tentang manfaat buah pare bagi pengidap diabetes 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terkenal sebagai salah satu bahan pangan yang pahit, buah pare memiliki manfaat penting bagi pengidap diabetes. 

Hal ini dibuktikan oleh dua mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Felicia Tjokroaminjaya (23), dan Adytya Dewanti (23).

Keduanya melakukan riset dan mengubah pare menjadi olahan fruit pulp pare.

Felicia mengungkapkan, Pare memiliki senyawa untuk menurunkan kadar gula darah dan mendukung kerja obat sintetik berbahan aktif metformin dan pioglitazone.

Dikutip dari sejumlah sumber, metformin adalah obat pilihan pertama untuk penderita diabetes tipe 2, khususnya bagi orang dengan kelebihan berat badan serta orang dengan fungsi ginjal yang normal. 

Sedangkan pioglitazone adalah obat yang dipakai untuk merangsang produksi hormon insulin pada penderita diabetes melitus. Pioglitazone bekerja mengendalikan kadar gula di dalam darah dan membuat sel tubuh mempunyai jumlah sel yang cukup untuk menyerap glukosa di dalam darah. 

Felicia menambahkan, inspirasi riset mereka yang terbesar datang dari melimpah ruahnya buah pare yang berpotensi sebagai antidiabetes.

"Metode dalam penyiapan fruit pulp pare cukup mudah. Pertama pare hijau varietas ayam yang dipilih adalah pare muda dengan umur kurang lebih 15 sampai 20 hari dari munculnya bakal buah di pohon," ungkap Felicia ketika ditemui SURYA.co.id, Selasa (17/4/2018).

Ukuran yang dipilih sehasta orang dewasa dan warnanya harus hijau. Bukan yang sudah kuning atau kecokelatan apalagi bijinya merah.

"Kalau sudah bijinya merah zat didalamnya juga berkurang,"urainya.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved