Single Focus

Terminal Sepi, Jangan Cuma Salahkan Taksi Online dan Suroboyo Bus

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius Awey menyebut sepinya terminal bukan semata karena adanya taksi online dan Suroboyo Bus

Terminal Sepi, Jangan Cuma Salahkan Taksi Online dan Suroboyo Bus
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Sopir menunggu giliran untuk mengambil penumpang dengan tidur di Terminal Joyoboyo, Rabu (11/4). Menurut sejumlah sopir, terminal Joyoboyo, makin hari kondisinya makin sepi ditinggalkan penumpang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kondisi terminal-terminal di Surabaya yang mulai sepi dan cenderung ditinggalkan penumpang bisa terjadi karena banyak hal dan tidak semata-mata disebabkan karena kehadiran taksi online atau Suroboyo Bus

Menurut Vinsensius Awey, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, untuk mendatangkan penumpang ke terminal perlu ada revitalisasi atau mengembalikan fungsinya sebagaimana mestinya.

Salah satu caranya, lanjut Awey, membuatnya semakin bersih, nyaman, dan aman.Jika perlu ditambah sentra kuliner di dalam terminal.

"Selain itu, angkutan yang ada sering tidak disiplin menaikkan dan menurunkan penumpang, tidak di dalam terminal tetapi di luar terminal," ungkapnya, Senin (16/4).

Untuk ini, Awey menegaskan, butuh pengawasan ketat dari Dishub terkait kenakalan sopir, yang menaikan dan menurunkan penumpang sembarangan,

Peremajaan

Di sisi lain, ia menambahkan, perlunya ada peremajaan angkutan umum. Sehingga, masyarakat semakin nyaman menggunakan angkutan umum di terminal.

"Jika kondisi fisik angkutan tidak diperhatikan, maka penumpang tidak nyaman. Mereka pindah ke transportasi online. Nah jangan selalu menyalahkan transportasi online dan Suroboyo Bus atau Pemkot," tandasnya.

Namun, Awey meminta Pemkot tidak hanya memperhatikan Suroboyo Bus, namun angkutan umum lainnya.

"Sopir lyn di Surabaya sudah pernah diajak Dishub untuk bergabung dalam satu wadah koperasi. Sehingga, lyn atau bus tidak mengejar penumpang. Tetapi sistemnya by the service atau pelayanan berdasarkan jam," paparnya.

Jika dikelola sesuai by the service, artinya bus atau angkutan tidak lagi menunggu jumlah penumpang (penuh).
"Jadi, jarak antara satu lyn atau bus dengan lyn atau bus lain diatur. Angkutan ini dalam waktu tertentu harus meninggalkan lokasi meski tidak ada penumpang," terangnya. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved