Berita Tuban

Sulap Lahan Bekas Tambang Pasir Jadi Eko Wisata Mangrove, Pria Tuban Dapat Sederet Penghargaan

Kegigihan Ali Mansur (58) di bidang lingkungan memang tak diragukan lagi.

Sulap Lahan Bekas Tambang Pasir Jadi Eko Wisata Mangrove, Pria Tuban Dapat Sederet Penghargaan
surya/sudarsono
┬áMansur menunujkkan bibit mangrove di kebun zona eko wisata 

SURYA.co.id | TUBAN - Kegigihan Ali Mansur (58) di bidang lingkungan memang tak diragukan lagi. Berkat kepeduliannya tersebut, lahan pantai seluas 12,5 hektar di Desa/ Kecamatan Jenu disulap jadi zona eko wisata kebun mangrove.

Dia pun bercerita tentang awal kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar, hingga kini berhasil menanam sekira hampir dua juta tanaman mangrove.

"Saya prihatin dulu pantai ini rusak akibat ulah penambang pasir ilegal," kenang Mansur mengingat peristiwa 1973 silam kepada Surya.co.id, Senin (16/4/2018).

Berangkat dari kepedulian itu, tahun 1974 pria asal desa setempat itu mulai menanam secara perlahan, hingga jumlah tanaman mangrove diperkirakan sudah sekira dua juta pohon sampai saat ini.

Tentu tidak semudah yang dibayangkan, sebab pada awal masa penanaman itu, pria yang bekerja sebagai nelayan harus memulainya sendiri.

"Ya dulu saya mulai menanam sendiri, sekrang sudah banyak yang bantu," terang suami Siti Maslikah itu.

Berkat kegigihannya itu, bapak dua anak itu mendapat sejumlah penghargaan atas dedikasinya di bidang lingkungan. 

Di antaranya adalah penghargaan Kader lingkungan dari dari provinsi 2010, Pemkab Tuban 2007, dan KLHK 2011.

Kalpataru tingkat nasional 2012, yang diberikan langsung oleh SBY, Penyuluh kehutanan swadaya masyarakat dari Kemenhut yang diberikan Zulkifli Hasan, dan terakhir Pertamina Award 2016.

"Semua saya tulus dan ikhlas untuk lingkungan alam, bukan untuk hal-hal lain," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help