Berita Lamongan

Jauh-Jauh Pergi ke Lamongan, Ibu Rumah Tangga dari Sidoarjo Ternyata Bawa Barang Haram Ini

Sri ditangkap saat hendak transaksi barang haram di sebuah minimarket di Jalan Raya Pucuk Lamongan.

Jauh-Jauh Pergi ke Lamongan, Ibu Rumah Tangga dari Sidoarjo Ternyata Bawa Barang Haram Ini
surya/hanif manshuri
Sri Mulyani pengedar sabu-sabu asal Sidoarjo menutup muka diapit ketat oleh tiga anggota Reskoba usai menjalani tes urine di RSI Nasrul Ummah Lamongan, Senin (16/4/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Tiga pengedar sabu-sabu diamankan Satreskoba Polres Lamongan, Senin (16/4/2018). Satu di antara tiga tersangka ituternyata ibu rumah tangga asal SIdoarjo yang jauh-jauh ke Lamongan untuk mengantarkan sabu.

Tersangka pertama yang diamankan adalah Sri Mulyani alias Nova alias Yeyen (38) warga Karangbong RT 02 RW 02, Gedangan, Sidoarjo. Sri ditangkap saat hendak transaksi barang haram di sebuah minimarket di Jalan Raya Pucuk Lamongan.

"Dari Sidoarjo ke Lamongan, hendak menjual sabu-sabu," kata Kasatreskoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono.

Kedatangan tersangka di minimarket tersebut mencurigakan polisi. Tak ingin kehilangan jejak, dua anggota Reskoba mencoba mengembangkan penyelidikan pada diri tersangka.

Saat diinterograsi, tersangka tidak tenang dan jawabannya selalu berubah-ubah. Polisi akhirnya menggeledah korban dan didapati empat plastik klip berisi sabu-sabu siap edar dengan berat keseluruhan 2, 48 gram.

Polisi juga menemukan alat penghisap, dua pipet, dua plastik klip kosong, dua unit HP. Tak cukup di situ, polisi mengembangkan penyelidikan ke Maduran. Di sebuah minimarket, dua orang tersangka laki-laki juga berhasil diamankan.

Para tersangka itu adalah Agus Muabidin (40) asal Desa Sedayulawas Brondong dan Arik Sunaryo (40) warga Kecamatan Sekaran Lamongan.

Dari dua tersangka ini, polisi mengamankan satu plastik klip berisi sabu seberat 0,28 gram, tiga unit HP, dua pipet kaca, seperangkat alat hisap, korek api gas, uang tunai, dan satu unit sepeda motor S 4121 FA.

"Hari ini juga kita kembangkan untuk mencari jejak tersangka lain dari jaringan ini," kata Djoko.

Para tersangka dijerat Pasal 112 Ayat (1 ) dan Pasal 114 Ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 dan sekarang mendekam di sel tahanan polres.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help