Berita Surabaya

Finalis Putri Nusantara 2018 Ingin Populerkan Budaya Indonesia di Sekolah, Begini Caranya

Para finalis Putri Nusantara telah merasa berkewajiban mengenalkan budaya Indonesia pada teman-teman di sekolahnya.

Finalis Putri Nusantara 2018 Ingin Populerkan Budaya Indonesia di Sekolah, Begini Caranya
surya/delya octovie
Finalis Putri Nusantara 2018 Naomi Marcella (16), Shavany Oktavia (15), dan Cornelia Dewi Asokawati Donggy (14) dalam acara press conference Putri Nusantara di Fairfield Marriott Hotel, Surabaya, Sabtu (14/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski belum dinobatkan sebagai Putri Nusantara, para finalis telah merasa berkewajiban mengenalkan budaya Indonesia pada teman-teman di sekolahnya.

Cornelia Dewi Asokawati Donggy (14) yakin bisa membuat teman-teman sekolahnya kembali cinta Indonesia, walau ia tahu teman-temannya cenderung menyukai budaya Barat.

"Saya yakin bisa, karena kita punya nama sebagai Putri Nusantara. Secara tak langsung, kita bakal jadi contoh buat mereka. Tapi tetep bakal kita bawa enjoy saja karena kita masih muda," tutur siswi kelas 3 SMP Karitas III Surabaya ini, Sabtu (14/4/2018).

Cornelia berencana mengajak teman-temannya cinta Indonesia dengan cara yang menyenangkan, seperti mengadakan pameran batik di sekolah atau mengenakan dresscode batik ketika jalan-jalan santai.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Shavany Oktavia (15). Finalis kelahiran Lumajang ini ingin memopulerkan budaya Indonesia dengan cara membuat beberapa challenge di Instagram.

"Bisa bikin challenge, misal tanggal 21 April waktu Hari Kartini, bisa ajak teman-teman ke tempat-tempat bersejarah, terus foto-fotonya diposting di Instagram," kata siswi kelas 2 SMP Cendekia Sidoarjo ini.

Finalis lainnya yakni Naomi Marcella (16) justru telah terbiasa menjadi penggerak kegiatan berbau budaya di sekolahnya, karena ia adalah anggota Sekbid V Pengenalan Budaya dan Teknologi di OSIS.

Setiap tahun, Naomi berkontribusi dalam pameran kebudayaan yang diselenggarakan oleh sekolahnya, yaitu SMAN 12 Surabaya.

"Seusia kita memang rasa ingin tahunya lebih ke budaya Barat. Tapi gimana caranya kita yang peka ini untuk konsisten ajak mereka cinta budaya Indonesia tanpa harus memaksa. Pelan-pelan saja, misal dari peragaan busana atau workshop tas dari batik," tandas Naomi.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help