Berita Jombang

Empat Kali Terima Beras Rastra Kualitas Buruk, Ibu-Ibu di Jombang Protes

Menurut Ngateni, sudah tiga kali beras rastra yang ia terima kondisinya tidak layak konsumsi.

Empat Kali Terima Beras Rastra Kualitas Buruk, Ibu-Ibu di Jombang Protes
surya/sutono
Warga penerima beras sejahtera (rastra) Jombang memperlihatkan beras yang tak layak konsumsi yang diterimanya, Senin (16/4/2018). 

SURYA.co.id | JOMBANG – Kasus distribusi beras sejahtera (rastra) tak layak konsumsi oleh Bulog (Badan Urusan Logistik), kembali terjadi di Kabupaten Jombang.

Kali ini menimpa warga penerima rastra di Dusun/Desa Pandanwangi, Diwek, Kabupaten Jombang, Senin (16/4/2018).

Warga yang mayoritas ibu-ibu itu protes rastra yang diterimanya dianggap tak layak konsumsi. Beras rastra tersebut dinilai menggumpal, berkutu, remuk dan berbau apek.

Mereka sepakat menolak menerima beres bekualitas jelek tersebut.

“Ayam saja tidak mau makan beras seperti ini. Ini sudah keterlaluan jeleknya,” ujar Ngateni, penerima rastra kepada Surya.

Menurut Ngateni, sebenarnya rastra berkualitas jelek tak hanya diterima kali ini saja. Sebelumnya, sudah tiga kali beras rastra yang ia terima kondisinya tidak layak konsumsi.

Tapi, lanjut Ngateni, warga menerima saja rastra jelek tersebut, karena selain tidak berani melapor, mereka juga tidak tahu harus melapor ke mana.

“Jadi kalau dengan dengan sekarang berarti sudah empat kali kami menerima rastra yang jelek seperti ini. Tapi kami tak berani lapor,” timpal Mujain, penerima rastra lainnya.

Karena merasa selalu jadi korban tentang rastra tak layak konsumsi, kali ini warga Pandanwangi memprotes saat menerima rastra yang ke empat kali ini. Mereka meminta rastra yang diterima diganti pihak berwenang.

“Karena sudah empat kali dan kondisinya memang betul-betul parah, kami minta diganti dengan yang bagus. Yang bisa dimakan manusia. Ini ayam saja tidak mau makan,” pungkas Mujain.

Kepala Desa Pandanwangi, Haris Setyo Utomo, mengaku sudah mendengar adanya rastra tak layak konsumsi. Namun, dia mengatakan belum ada warga yang melapor.

“Kalau memang tidak layak konsumsi, seharusnya lapor. Pasti akan diganti pihak Bulog. Tapi, sampai saat ini belum ada warga yang ke sini,” ujar Haris Setyo Utomo.

Dengan adanya penolakan warga, dirinya berencana mengembalikan beras rastra diterima warga kepada Bulog untuk diganti yang lebih baik.

“Kelemahan kami memang karena tidak bisa mengecek satu per satu. Kami hanya menghitung jumlahnya, sudah sesuai, ada 349 sak beras. Kita siap menukar ke Bulog. Jika tidak diganti, kami ganti secara pribadi,” katanya.

Diperoleh informasi terdapat 200 kilogram beras berkualitas buruk diterima warga Dusun/Desa Pandanwangi. Sebanyak 200 kilogram itu terdapat dalam 20 karung rastra yang diterima warga RT 10 RW 4. Dalam satu kantong beras terdapat 15 kilogram

Penulis: Sutono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved