Berita Surabaya

Oknum Pegawai Dinas PU Sidoarjo Jadi Kurir 8,2 Kg Sabu karena Dijanjikan Upah Segini Besar

Para pelaku tergiur terjun sebagai kurir atau pengedar barang haram lantaran mendapat bayaran tinggi.

Oknum Pegawai Dinas PU Sidoarjo Jadi Kurir 8,2 Kg Sabu karena Dijanjikan Upah Segini Besar
surya/fatkhul alamy
Kapolda Jatim, Irjen Pol Mahfud Arifin menunjukkan sabu yang disita dari para tersangka yang ditangkap Ditresnarkoba, Senin (16/4/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA – Para pelaku gelap peredaran narkoba jenis sabu terus bermunculan, meski sudah banyak yang ditangapi dan divonis penjara. Para pelaku tergiur terjun sebagai kurir atau pengedar barang haram lantaran mendapat bayaran tinggi.

Budi Hartono, mislanya. Pria 40 tahun asal Surabaya yang diringkus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim ini ‘nekat’ menyelundupkan sabu 6,2 Kg ke Surabaya dari Pontianak via jalur laut ke Semarang dan naik bus ke Surabaya lantaran dijanjikan mendapat upah besar.

“Saya dijanjikan diberi uang Rp 20 juta sekali antar barang (sabu) ini. Saya hanya disuruh ambil di Pontianak dan dibawa ke Surabaya,” aku Budi di hadapan Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, Senin (16/4/2018).

Dengan memakai penutup kepala dan menunduk, Budi yang mengaku sebagai pekerja swasta ini menuturkan, dirinya mau mengambil sabu di Pontianak lantaran permintaan dari temannya berinisial Dul yang menghuni LP di Jatim. Budi hanya berangkat dan biaya ransportasi dan akomodasi sudah ditanggung Dul.

“Saya tinggal berangkat saja, tak keluar uang sama sekali. Naik pesawat ke Pontianak, saya dikasih uang Rp 3 juta,” tutur Budi.

M Thesar juga terjerumus masuk jaringan narkoba lantaran uang. Pria asal Kedung Turi, Taman, Sidoarjo dan merupakan oknum pegawai Dinas PU di Sidoarjo ini mengaku dijanjikan menerima uang Rp 5 juta.

“Sekali terima dapaat Rp 5 juta, tapi barang (sabu) belum sempat saya terima. Saya sudah ketahuan dan ditangkap,” ucap Thesar.

Saat ditanya mengapa ikut terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba dan statusnya sudah pegawai PU, Thesar tak menjawab. Dia menundukan pepala sambil sepasang patanya melihat ke kanan dan kiri.

Sedangkan pelaku lainnya, Hadi mengaku bakal mendapat upah sebesar Rp 25 juta jika bisa menyelundupkan sabu 2 Kg ke Surabaya. Pria asal Bangkalan ini masuk ke jaringan narkoba Batam lantaran sabu didatangkan dari sana.

“Mau dikasih Rp 25 juta sekali kirim, barangnya (sabu) sudah ada,” cetus Hadi.

Ditresnarkoba Polda Jatim menggagalkan penyelundupan sabu 8,2 Kg. Sabu sebanyak itu disita dari lima pelaku yang terbagai dua jaringan, yakni Pontianak dan Batam.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help