Berita Banyuwangi

Bupati Anas Minta Desa Terus Berinovasi untuk Ekonomi Rakyat

Anas menggarisbawahi, desa wisata yang dimaksud adalah desa wisata yang bisa mengangkat potensi lokalnya.

Bupati Anas Minta Desa Terus Berinovasi untuk Ekonomi Rakyat
surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama 52 kepala desa dalam Bimtek Peningkatan Kapasitas di Banyuwangi, Senin (16/4/2018). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, memotivasi kepala desa (kades) untuk terus berinovasi.

Ia menargetkan setiap kades harus bisa berinovasi menciptakan satu program pengembangan ekonomi rakyat, peningkatan pelayanan publik, dan membuat peraturan desa tentang tata ruang.

Anas mencontohkan program pengembangan ekonomi rakyat seperti desa wisata. Namun, Anas menggarisbawahi, desa wisata yang dimaksud adalah desa wisata yang bisa mengangkat potensi lokalnya. Potensi tersebut lalu dikemas menjadi sebuah atraksi yang menarik bagi wisatawan.

"Bukan sekadar desa wisata artifisial, bukan desa wisata yang bersolek dari cat fisiknya saja. Namun desa yang bisa 'mengecat' kehidupan dan kekayaan lokalnya untuk bisa dinikmati wisatawan," jelas Anas, di hadapan 52 kepala desa saat Bimtek Peningkatan Kapasitas di Banyuwangi, Senin (16/4).

Desa wisata tersebut, kata Anas, minimal harus bisa mengintegrasikan sektor pertanian, kekhasan kulinernya dan hunian setempat yang berkonsep homestay.

"Tumbuhkan juga pasar rakyat yang khas untuk melengkapinya. Seperti di Desa Kemiren yang sudah jalan dengan pasar kuliner tradisionalnya setiap minggu. Kalau ini jalan, saya yakin bisa mendorong ekonomi desa," kata Anas.

“Itu hanya salah satu contoh pengembangan ekonomi rakyat. Tentu selain desa wisata ada banyak program lainnya sesuai karakter masing-masing desa,” tambah Anas.

Anas juga meminta kades membuat Peraturan Desa (perdes) tentang Tata Ruang.

"Ini untuk menjaga pengembangan desa agar tidak salah arah ke depan. Desa harus mengatur bangunan yang di sempadan jalan, termasuk juga alih fungsi lahan harus diatur. Ini semua untuk menjaga kemajuan desa ke depan agar desa tetap hijau," kata Anas.

Untuk itu, Anas meminta agar kepala desa terus memperkaya referensi untuk menumbuhkan inovasi.

"Saya tahu setiap inovasi ada resiko, tapi itu adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk memberikan kemanfaatan. Masyarakat butuh kades yang tidak text book, tapi kades yang cepat dan bisa ambil inovasi," jelas bupati 44 tahun itu.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved