Pilkada 2018

Blusukan di Pasar Wiyung, Khofifah Mendadak Dihampiri Kader PDIP, Ini yang Terjadi Selanjutnya

Saat sedang asyik menyapa pedagang dan pembeli di Pasar Wiyung, mendadak ada seorang lelaki menghampiri Khofifah dengan setengah berlari.

Blusukan di Pasar Wiyung, Khofifah Mendadak Dihampiri Kader PDIP, Ini yang Terjadi Selanjutnya
surya/fatimatuz zahro
Maranata, salah satu kader PDIP DPC Surabaya menyatakan dukung untuk cagub Khofifah Indar Parawansa meski memiliki KTA PDIP, Senin (16/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Blusukan ke pasar tradisional menjadi kegiatan kampanye yang tak bisa ditinggalkan oleh Khofifah Indar Parawansa, calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1.

Hari ini, Khofifah menyambangi dua pasar sekaligus di Kota Pahlawan, yaitu ke Pasar Kedurus dan ke Paasar Wiyung.

Namun, saat sedang asyik menyapa pedagang dan pembeli di Pasar Wiyung, mendadak ada seorang lelaki menghampiri Khofifah dengan setengah berlari.

Lelaki yang belakangan diketahui bernama Maranata tersebut menghampiri Khofifah sembari mengacungkan kartu tanda anggota PDIP.

Ternyata Maranata ingin menyatakan kudungan pada Khofifah meski dirinya adalah kader partai yang bukan termasuk mengusung pasangan Khofifah dan Emil Elestianto Dardak.

"Jawa Timur ini perlu figur seperti beliau. Programnya kan sudah ada yang jalan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan sudah banyak yang merasakan manfaatnya," ucap Maranata.

Dia menyebut akan mati-matian mendukung Khofifah untuk memenangkan Pilkada 2018 Jawa Timur. Meskipun tahu akan ada resiko yang didapatnya karena tidak menuruti arahan PDIP.

"Walaupun saya sekarang masih PDIP, saya dukung Khofifah apapun resikonya," tegasnya.

Saat ditanya mengapa dirinya lebih memilih mendukung Khofifah ketimbang Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Maranata mengaku ini adalah panggilan dan suara hati nuraninya sendiri.

Ia menilai Khofifah sudah terlihat hasil kerjanya dan cara bekerjanya selama menjadi Menteri Sosial. Tidak hanya menjadi menteri di kabinet Jokowi saja, tapi juga menteri saat Presiden Abdurrahman Wahid, yaitu sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan.

"Selama ini Gus Ipul ya gitu-gitu saja. Pas duet sama Pakde ya gitu-gitu saja. Tapi Ibu Khofifah ketika jadi menteri membuat PKH, itu yang berkaitan dengan sosial. Kelihatan hasilnya," tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help