Berita Jember

Antisipasi Penyalahgunaan Alkohol, Kapolres Jember Lakukan ini di Apotek dan Minimarket

Dalam tempo beberapa waktu terakhir, Kapolres Jember menggelar razia minuman keras.

Antisipasi Penyalahgunaan Alkohol, Kapolres Jember Lakukan ini di Apotek dan Minimarket
surya/erwin wicaksono
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo membagikan imbauan pengetatan penjualan alkohol di Apotek Bima, Senin (16/4/2018) 

SURYA.CO.ID | JEMBER - Dalam tempo beberapa waktu terakhir, Kapolres Jember menggelar razia minuman keras. Hasilnya miras jenis whisky, vodka, anggur merah, bir dan arak seluruhnya berjumlah 3.672 botol serta 21 jeriken berisi arak berhasil dijaring oleh Kapolres Jember.

Miras oplosan berhasil diringkus oleh Kapolres Jember. Alkum sama Aljos sebutannya.

Alkum adalah sebutan dari alkohol campur kuku bima dan aljos adalah alkohol campur ekstra jos. Alkohol yang digunakan adalah alkohol 70 persen untuk antiseptik yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan luka.

Jenis miras oplosan itu menurut Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo sangat berbahaya bila dikonsumsi, karena memiliki kandungan methanol.

"Miras oplosan dengan sebutan alkum ini sangat berbahaya, karena kandungan methanolnya itu" terang Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo ketika lakukan sosialisasi di apotik dan minimarket, Senin (16/4/2018).

Sebagai tindakan preventif, untuk mengantisipasi kejadian di Jawa Barat yang menewaskan 45 orang akibat menenggak miras oplosan.

Hari ini Polres Jember gelar pemasangan stiker dan imbauan di sejumlah apotek untuk tidak menjual secara bebas alkohol 70 persen. Kegiatan tersebut diikuti langung oleh Kapolres Jember beserta jajaran.

"Yang kita tahu, selama ini para peminum dengan mudahnya mendapatkan alkohol 70 persen di apotek-apotek. Padahal kan alkohol jenis ini untuk membersihkan luka bukan untuk minum. Karena itu, hari ini kami juga mengimbau dan memasang stiker imbauan ke apotek untuk membatasi maupun memperketat penjualan alkohol tersebut," ujarnya.

Dalam waktu dekat setelah melakukan imbauan, Polres Jember akan mengadakan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Jember untuk lebih melakukan pengetatan terhadap penjualan alkohol 70 persen yang masih dengan bebasnya dijual di apotek-apotek.

Menanggapi adanya kegiatan Polres tersebut, Bambang Sugianto yang akrab disapa Kwang, selaku pemilik Apotek Bima, menuturkan bahwa pihaknya mematuhi imbauan serta lebih ketat dalam menyeleksi pembeli alkohol, dan akan menjual jika ada resep dokter.

"Kami sangat setuju  dengan imbauan Kapolres, ini sangat baik bahkan sebelum itu sebrnarnya kami sudah jauh-jauh hari kami sudah mewanti-wanti kepada karyawan kami untuk tidak menjual secara bebas alkohol 70 persen," pungkas Bambang Sugianto.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help